Pertemuan Darurat Arab Saudi-Rusia Dorong Penguatan Wall Street

Taufik Fajar, Jurnalis · Jum'at 03 April 2020 07:02 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 03 278 2193344 pertemuan-darurat-arab-saudi-rusia-dorong-penguatan-wall-street-DGREdaitWU.jpg wall Street Menguat. (Foto: Okezone.com/Reuters)

NEW YORK - Bursa saham Amerika Serikat (AS), Wall Street menguat pada akhir perdagangan Kamis waktu setempat, ditopang harapan gencatan senjata dalam perang harga minyak antara Arab Saudi dan Rusia. Selain itu, penurunan produksi minyak mendorong kenaikan pasar saham.

Arab Saudi telah menyerukan pertemuan darurat dengan para produsen minyak. Sementara Presiden AS Donald Trump berharap Arab Saudi dan Rusia akan memangkas produksi sebanyak 10 juta hingga 15 juta barel per hari.

Baca Juga: Wall Street Ditutup Anjlok 4% Imbas Kekhawatiran Virus Corona

Rencana ini pun membantu harga minyak mentah AS naik 24,7%, dan Brent naik 21,5%. Ini menjadi persentase kenaikan harian terbesar di tengah pandemik virus Corona.

"Berita baik apa pun sekarang, atau apa pun yang bahkan menjadi kabar baik berpotensi membantu pasar, itulah yang kita lihat pada sektor energi hari ini," kata Manajer Portofolio Globalt Keith Buchanan, dilansir dari Reuters, Jumat (3/4/2020).

Baca Juga: Wall Street Ditutup Anjlok Tertekan Dampak Covid-19

Indeks S&P 500 naik 28,06 poin atau 1,14% menjadi 2.498,56. Di mana sebelumnya, perusahaan energi dalam indeks S&P turun lebih dari 50% tahun ini karena perang harga antara Rusia dan Arab Saudi dan kekhawatiran penurunan permintaan karena virus Corona yang menyebabkan harga minyak jatuh.

Sementara itu, indeks Dow Jones Industrial Average naik 224,78 poin atau 1,07%, menjadi 21.168,29 dan Nasdaq Composite menambahkan 45,75 poin atau 0,62%, menjadi 7.406,34.

Daftar peraih laba tertinggi pada benchmark S&P 500 dipenuhi oleh perusahaan minyak, seperti Occidental Petroleum melonjak 18,20%. Kemudian Apache Corp dan Halliburton juga mengalami kenaikan persentase hingga dua digit.

Hanya saja kenaikan pasar saham hari ini masih belum cukup untuk menyelamatkan beberapa perusahaan AS yang berada di ambang kebangkrutan ketika permintaan turun akibat pandemik coronavirus.

Analis memperkirakan penurunan lebih lanjut dalam stok AS sebagai penutupan di seluruh negara untuk membatasi penyebaran virus mengakibatkan penghentian virtual dalam aktivitas bisnis dan memaksa perusahaan untuk memberhentikan karyawan dan menghemat uang.

Boeing Co yang pernah menjadi simbol kekuatan industri Amerika, telah menawarkan paket pensiun dini kepada karyawan. Di mana pergerakan saham perusahaan penerbangan ini turun 6,25%.

Saat ini, investor terus menyerap gelombang berita ekonomi yang buruk, yang akan terus melukis gambaran suram. Klaim awal untuk tunjangan pengangguran pekan lalu naik menjadi 6,65 juta, melebihi perkiraan akhir ekonom di 5,25 juta.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini