Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Begini Sikap Rusia hingga Kanada soal Pengurangan Produksi Minyak

Taufik Fajar , Jurnalis-Sabtu, 04 April 2020 |11:08 WIB
Begini Sikap Rusia hingga Kanada soal Pengurangan Produksi Minyak
Minyak Mentah. (Foto: Okezone.com/Reuters)
A
A
A

JAKARTA - Produsen minyak dihadapkan pada kondisi terburuk saat ini, karena turunnya jumlah permintaan akibat meluasnya virus corona dan anjloknya harga akibat stok yang semakin banyak

OPEC dan sekutunya pun menginisiasi menggelar pertemuan untuk menyepakati pengurangan produksi minyak sekira 10% dari pasokan global. Adapun besaran untuk mengurangi produksi sebanyak 10 juta hingga 15 juta barel per hari.

Baca Juga: Harga Minyak Naik ke USD34 per Barel

Lantas bagaimana respons para produsen minyak terhadap upaya pengurangan produksi di negaranya?

Presiden AS Donald Trump mengaku tidak bisa membuat konsesi apapun pada Arab Saudi dan Rusia, seperti menyetujui pengurangan produksi dalam negeri. Pasalnya kebijakan tersebut dilarang oleh undang-undang antimonopoli AS.

Baca Juga: Menanti Kesepakatan Arab Saudi-Rusia, Harga Minyak Meroket

Sementara itu, Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan bahwa negaranya siap untuk memotong produksi bersama dengan produsen minyak yang tergabung dalam OPEC dan Amerika Serikat.

Rusia juga memahami bahwa Amerika Serikat memiliki batasan hukum untuk pengurangan produksi. Namun dalam kondisi saat ini, pengurangan produksi harus tetap fleksibel.

Kemudian, Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau mengatakan telah berkomunikasi langsung dengan OPEC dan Amerika Serikat. Jason Kenney, perdana menteri Alberta, provinsi penghasil minyak utama Kanada, mengatakan bahwa Alberta terbuka untuk bergabung dengan kesepakatan pengurangan produksi.

Namun, Kementerian Perminyakan dan Energi Norwegia menolak memberikan komentar tentang apakah produsen terbesar di Eropa Barat dapat memangkas produksi untuk mendukung harga.

Di sisi lain, Badan Energi Internasional memperingatkan bahwa pemotongan 10 juta barel per hari tidak akan cukup untuk menghadapi penurunan besar dalam permintaan minyak. Bahkan dengan pemotongan seperti itu, persediaan akan meningkat 15 juta barel per hari pada kuartal kedua, kata Fatih Birol, kepala agensi.

(Feby Novalius)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement