JAKARTA - Harga emas naik tipis pada perdagangan Jumat waktu setempat. Hal ini karena menguatnya dolar Amerika Serikat (AS) yang tidak terpengaruh penurunan data pekerjaan AS.
Harga emas yang dijual di spot gold naik 0,2% menjadi USD1.616 per ounce. Emas berjangka AS naik 0,1% menjadi USD1.639.40 per ounce.
Baca Juga: Naik Rp26.000, Harga Emas Dibanderol Rp944.000/Gram
"Dolar AS cukup kuat dan itu membebani pada harga emas. Ini merupakan situasi tarik tambang untuk emas antara virus dan pasar ekuitas ketika pasar ekuitas menjual lebih lanjut. Jadi itu sangat tidak jelas apakah akan ada tren naik, dan emas diharapkan untuk menjadi range-bound dalam waktu dekat," ujar Analis Bank of China International Xiao Fu, dilansir dari Reuters, Sabtu (4/4/2020).
Baca Juga: Menanti Data Pengangguran AS, Harga Emas Naik Tipis
Keuntungan safe-haven untuk uang muka terbatas dolar AS dengan indeks dolar naik menuju kenaikan mingguan 2% sebagai ketakutan akan resesi global semakin meningkat.
Sementara itu, Palladium turun 1,5% menjadi USD2.179,56 per ounce. Platinum turun 0,7% menjadi USD722,58.
Kedua logam ditetapkan untuk mencatat kerugian mingguan. Perak turun 0,7% menjadi USD14,43 per ounce.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.