nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sri Mulyani Blakblakan ke Komisi XI, 95 Ribu Akan Terpapar Corona

Taufik Fajar, Jurnalis · Senin 06 April 2020 19:41 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 04 06 20 2195100 sri-mulyani-blakblakan-ke-komisi-xi-95-ribu-akan-terpapar-corona-mXUSEYrsoO.jpg Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA – Pemerintah melalui Kementerian Keuangan mengupdate perkembangan virus corona atau Covid-19 kepada Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) melalui rapat virtual. Diungkapkan bahwa konsentrasi Covid-19 berada di Jakarta dan estimasi terpapar diprediksi mencapai 95 ribu orang.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, kasus penyebaran Covid mulai diidentifikasi awal Maret. Jadi walau virus ini sudah mulai merebak sejak Desember 2019 di China, Indonesia termasuk negara yang baru mendapatkan kasus positif setelah diidentifikasi ada pasien positif pada 2 Maret.

Baca Juga: Sri Mulyani: Dampak Ekonomi Covid-19 Lebih Kompleks Dibandingkan Krisis 1998 dan 2008

“Perkembangan dari penularan mengalami eskalasi eksponensial dengan konsentrasi di DKI Jakarta yang merupakan kawasan pusat konsentrasi penyebaran covid atau zona merah. DKI plus Bodetabek adalah kawasan terkonsentrasi. Tapi karena Jawa Barat daerahnya besar, persentase jadi kecil dengan penduduk besar, pun Banten,” ujarnya, dalam telekonferensi, Senin (6/4/2020).

Konsentrasi sampai hari ini terbesar adalah di Jakarta, kata Sri Mulyani. Kemudian berdasarkan model yang dikembangkan dari BIN, Universitas Indonesia dan Institut Teknologi Bandung, pola penyebaran dan puncak penyebaran terus meningkat.

“Diperkirakan tadi pagi, sekitar akhir Mei. Dengan jumlah estimasi terpapar 95.000,” ujarnya.

Baca Juga: Sri Mulyani hingga Gubernur BI Jelaskan Perkembangan Covid-19 ke DPR

Menurutnya, saat ini banyak model yang sedang dikembangkan untuk menggambarkan virus corona, termasuk yang dilakukan Menko PMK sebagai Ketua Dewan Pengarah Covid. DI mana disampaikan bahwa puncak penyebaran Covid terjadi di April dan Mei.

“Jumlahnya akan melonjak dan oleh karena itu langkah strategis urgen dibutuhkan untuk bisa cegah puncak penularan. Dengan disebut membuat kurva ini lebih landai. Tidak eksponensial seperti gunung tinggi, tapi diusahakan kurva melandai. Artinya meningkat pasti terjadi tapi tidak kecepatan atau luas penyebaran, diupayakan penyebarannya melambat,” ujarnya.

(fbn)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini