Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Untung Banyak, Wall Street Meroket hingga 7%

Taufik Fajar , Jurnalis-Selasa, 07 April 2020 |07:31 WIB
Untung Banyak, Wall Street Meroket hingga 7%
Bursa Saham Wall Street (Foto: Shutterstock)
A
A
A

JAKARTA - Wall Street membuat keuntungan bersejarah pada perdagangan kemarin. Padahal Amerika disarankan untuk mempersiapkan diri menghadapi krisis virus korona terburuk minggu ini.

Tiga indeks utama bursa saham AS naik tajam. Dow Jones, Standard & Poor's 500 dan komposit Nasdaq semua meroket lebih dari 7% bahkan ketika coronavirus AS melewati 10.000.

Dow melonjak 1.627 poin, atau 7,7%, pada Senin menjadi ditutup pada 22.679,46. S&P 500 melonjak 175 poin, atau 7,0%, menjadi 2.663,68. Nasdaq yang padat teknologi melambung 540 poin, atau 7,3%, menjadi berakhir pada 7.913,24.

Baca Juga: Wall Street Dibuka Melemah Imbas Pengangguran AS Cetak Rekor Tertinggi

Saham melaju di sepanjang keuntungan ketika Gubernur New York Andrew M. Cuomo tampil di televisi untuk pembaruan berita hariannya. Cuomo mengatakan, penyebaran virus di negaranya mungkin akan menipis, dan negara itu melaporkan penurunan harian pertama dalam kematian akibat virus corona.

Pasar tidak pernah menoleh ke belakang. Semua 11 sektor S&P melonjak lebih tinggi, dengan saham teknologi melonjak 9% untuk memimpin semua orang. Setiap satu dari 30 komponen Dow menguat. Boeing melonjak hampir 20% dan American Express naik 14% untuk memimpin Dow.

"Hari ini menunjukkan bahwa ada pembeli di luar sana yang berpikir ekonomi akan pulih," kata Howard Silverblatt dari Indeks S&P Dow Jones dilansir dari Washingtonpost, Selasa (7/4/2020). "Tidak semua orang berpikir kita akan pulih pada saat yang sama, yang berarti lebih banyak volatilitas di masa depan," ujarnya.

Jeffrey Kleintop, kepala strategi investasi global di Charles Schwab, mengatakan data yang tersedia menunjukkan bahwa AS pada akhirnya akan kembali normal.

"Investor punya pilihan," katanya. "Apakah mereka ingin fokus pada kejatuhan ekonomi bebas di AS dan Eropa, atau apakah mereka ingin fokus pada pemulihan yang sedang berlangsung di Asia?" kata Jeffrey.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement