nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Permintaan Batu Bara Diprediksi Turun 5% Dampak Covid-19

Giri Hartomo, Jurnalis · Jum'at 10 April 2020 17:15 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 04 10 320 2197218 permintaan-batu-bara-diprediksi-turun-5-dampak-covid-19-vvdzar39V8.jpg Batu Bara (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) optimis seluruh kebutuhan batu bara dalam negeri akan terpenuhi dari produksi nasional, kendati terdapat penurunan permintaan sebagai dampak melambatnya pengoperasian industri akibat pandemi global Covid-19.

Kepala Biro Komunikasi Layanan Komunikasi Publik dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM Agung Pribadi menyampaikan, realisasi Domestic Market Obligation (DMO) hingga triwulan I mencapai 31,53 juta ton atau 20% dari target DMO tahun 2020. Sementara total produksi nasional triwulan I sebesar 143 juta ton.

"Adanya pandemi Covid-19 memang membuat permintaan batu bara dari industri turun. Tapi, realisasi tersebut sudah bisa menutupi kebutuhan domestik," kata Agung dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Jumat (10/4/2020).

Realisasi DMO batu bara tersebut, rinci Agung, terdiri atas penyediaan tenaga listrik (Perusahaan Listrik Negara/PLN) sebesar 25,6 juta ton. Adapun kebutuhan batu bara domestik untuk sektor non kelistrikan umum mencapai 5,93 juta ton.

"Ini masih bisa mengcover kebutuhan PLN dan non kelistrikan umum," tegas Agung.

Pemerintah telah menargetkan jumlah DMO batu bara di tahun ini sebesar 155 juta ton. Agung menjelaskan, ancaman koreksi harga batu bara di pasar global dipercaya mulai mempengaruhi produksi dan penjualan batu bara di dalam negeri.

"Apabila pandemic Covid-19 masih berlanjut, maka permintaan batu bara domestik diperkirakan turun sekitar 5%," ujar Agung.

Pemerintah telah menetapkan harga jual batu bara untuk kelistrikan umum sebesar USD70 per ton di tahun 2020. Sedangkan, harga jual batu bara untuk industri lain di dalam negeri mengacu pada Harga Batubara Acuan (HBA) yang ditetapkan pemerintah setiap bulan.

"HBA April ditetapkan sebesar USD65,77 per ton atau turun USD1,31 per ton dari bulan sebelumnya USD67,08 per ton," ungkap Agung.

Meski begitu, pemerintah tetap memastikan akan menjaga permintaan batu bara untuk berbagai industri di dalam negeri dapat terpenuhi dari produksi dalam negeri, meski di tengah pandemi. Hal ini mengingat produksi batu bara masih sesuai dengan rencana yang ditetapkan sehingga pasokan tetap terjaga.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini