Ojol Dilarang Angkut Penumpang, Aplikator Diminta Hilangkan Potongan Driver

Giri Hartomo, Jurnalis · Jum'at 10 April 2020 15:08 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 10 320 2197235 ojol-dilarang-angkut-penumpang-aplikator-diminta-hilangkan-potongan-driver-xyeDCOsHqW.jpg Ojol (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kota Jakarta menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang efektif berlaku hari ini. Kebijakan tersebut dikukuhkan via Pergub Nomor 33 tahun 2020 tentang Pelaksanaan PSBB.

Salah satu sektor yang terdampak secara serius terhadap pelaksanaan PSBB adalah ojek online (ojol). Sebab selama pelaksanaan PSBB angkutan roda dua berbasis aplikasi hanya diizinkan untuk mengangkut barang (Pasal 18 ayat 6). Artinya ojol dilarang mengangkut penumpang.

Tentu saja aturan ini sangat memukul pendapatan driver ojol, sebab 60% pendapatan driver ojol adalah dari orderan penumpang orang. Tetapi demi keamanan, kesehatan dan keselamatan kedua belah pihak (penumpang dan driver), ketentuan ini harus dipatuhi bersama.

Oleh karena itu, keberlangsungan dan nasib driver harus mendapatkan perhatian serius baik dari managemen aplikator, atau bahkan dari konsumennya. Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) memberikan beberapa saran seperti dikutip dalam keterangan resminya, Jakarta, Jumat (10/4/2020), yaitu:

1. Selama pelaksanaan PSBB, agar aplikator mengilangkan potongan pada driver atau potongan maksimal 5% saja. Selain itu, agar pihak aplikator menangguhkan potongan cicilan helm dan jaket pada driver.

2. Agar aplikator membantu dan memfasilitasi tagihan/cicilan pada pihak leasing. Sesuai kebijakan pemerintah, selama tanggap darurat Covid-19, tagihan/cicilan pada lembaga keuangan, termasuk sektor leasing, ditunda dulu/ditangguhkan. Tetapi fakta di lapangan masih banyak konsumen yang ditagih oleh pihak leasing, termasuk konsumen dari driver ojol.

3. Agar konsumen selalu memberikan tips pada driver ojol, bahkan tips tersebut seharusnya lebih besar daripada kondisi normal. Tips sebagai bentuk insentif kepada driver ojol yang telah berani mengambil risiko tinggi, dengan tetap beroperasi dan melayani konsumen. Inilah saatnya konsumen berkontribusi di tengah pandemi. Sementara selama ini konsumen mendapatkan tarif promosi (diskon).

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini