Rusunawa Jadi Tempat Isolasi Pasien Covid-19, Ini Lokasinya

Taufik Fajar, Jurnalis · Senin 13 April 2020 19:47 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 13 470 2198588 rusunawa-jadi-tempat-isolasi-pasien-covid-19-ini-lokasinya-vHJG6w0i9l.jfif Virus Corona (Foto: Ilustrasi Okezone.com)

JAKARTA - Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) membantu Pemerintah Daerah dalam menangani pandemi virus corona atau Covid-19. Kali ini, Kementerian PUPR memanfaatkan bangunan rumah susun (Rusun) Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kayangan Lombok Timur sebagai lokasi karantina masyarakat terjangkit virus Covid-19.

"Kami (Kementerian PUPR), bersama Pemda setempat menjadikan Rusun DKP untuk nelayan di Kabupaten Lombok Timur sebagai tempat isolasi orang dalam pemantauan (ODP) kasus kontak Covid-19,” ujar Kepala Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu (SNVT) Perumahan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Rini Dyah Mawarti pada keterangan tertulisnya, Senin (13/4/2020)

Baca Juga: Listrik, Gas hingga Internet Tersambung ke RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet

Dia menjelaskan, pemanfaatan bangunan Rusun Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) Nelayan tersebut digunakan sebagai lokasi isolasi pasien yang diduga mengidap Covid -19 tersebut dilaksanakan berdasarkan surat dari Direktur Jenderal

Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid tanggal 3 April 2020 kepada Bupati Lombok Timur mengenai pemanfaatan segera Rusun tersebut.

Sementara itu, lanjut dia, terkait pemanfaatan Rusunawa ini, SNVT Perumahan NTB telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Lombok Timur guna menjadikan Rusunawa ini sebagai tempat isolasi masyarakat.

 Baca Juga: PLN Pasok Daya listrik hingga 11.080 Kva untuk Wisma Atlet Kemayoran

"Pemanfaatan Rusunawa sebagai tempat isolasi pasien Covid-19 juga sudah disetujui oleh Pemerintah daerah dan warga setempat," ungkap dia.

Sedangkan, Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Kabupaten Lombok Timur Sahri menyebut, seharusnya Rusunawa yang dibangun oleh Kementerian PUPR pada tahun 2016 ini dihibahkan pada 2018 lalu, tapi karena bencana gempa bumi maka serah terima tersebut ditunda.

"Rusunawa tersebut mengalami kerusakan ringan walaupun struktur bangunan masih kuat. Sehingga dilakukan revitalisasi pada 2019 lalu. Kami harap tahun ini bisa segera dilakukan serah terima agar bisa segera kami kelola," tandasnya.

Berdasarkan data yang dimiliki SNVT Penyediaan Perumahan Provinsi NTB , Rusunawa ini dibangun sebanyak satu Twinblock setinggi lima lantai. Jumlah unit hunian di Rusunawa ini berjumlah 114 unit dengan ukuran hunian tipe 24. Untuk meningkatkan kenyamanan bagi para penghuninya, Kementerian PUPR telah melengkapi setiap unit hunian dengan sejumlah meubelair seperti meja, kursi, lemari pakaian dan tempat tidur.

Terkait dengan pemanfaatan Rusun ini, Ruangan isolasi pasien Covid-19 hanya menggunakan unit hunian di lantai 3, 4 dan 5 sebanyak 72 ruang. Pemda pun telah membatasi akses keluar masuk Rusunawa tersebut sesuai dengan protokol kesehatan dan penjagaan gedung diperketat melibatkan Satuan Polisi Pamong Praja dan Aparat Kepolisian.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini