Kementan Siapkan Strategi Hadapi Dampak Covid-19, Ini Rinciannya

Taufik Fajar, Jurnalis · Kamis 16 April 2020 13:05 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 16 320 2200067 kementan-siapkan-strategi-hadapi-dampak-covid-19-ini-rinciannya-5Lwt9oBg1D.jpg Petani (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyebut pihaknya telah mempunyai strategi dalam menghadapi dampak pandemi virus corona atau Covid-19. Menurutnya strategi itu dilakukan tiga tahapan yakni jangka pendek, menengah dan panjang.

Untuk jangka pendek, tutur dia, Kementan akan menaikkan harga gabah petani dengan Nilai Tukar Petani (NTP) 103, ayam peternak kecil beli di mitra, difasilitasi penyimpanan di pendingin oleh pemerintah.

"Serta membangun buffer stock pangan utama di setiap provinsi, padat karya di 34 provinsi, social safety net dan mengembangkan toko tani di 34 provinsi," ujar dia pada rapat kerja bersama Komisi IV DPR RI secara virtual, Kamis (16/4/2020).

Baca Juga: Dampak Corona, Ekonomi China Diprediksi Hanya Tumbuh 2%

Kemudian, lanjut dia, untuk jangka menengah Kementan akan melakukan padat karya tahap dua untuk intensifikasi padi, jagung, kedelai dan sagu. Lalu ekspor tetap maksimal, semua pemudik dan eks narapidana yang berpotensi petani diberikan bibit atau benih.

"Kami juga lakukan, antisipasi kekeringan dan memberi dukungan kepada daerah-daerag munus dan menjaga semangat kerja pertanian melalui bantuan saprodi dan alsintan," ungkap dia.

Sedangakan untuk jangka panjang, Kementan siapkan 1,5 juta ton beras pada 2021, pengembangan B30 dan kelapa sawit, ekstensifikasi.

Baca Juga: Wakil Ketua Komisi VIII Tak Setuju Dana Haji Dialihkan untuk Penanganan Covid-19

"Lalu pengusaha petani milenial menajdi 5,2 juta orang, Nilai Tukar Petani (NTP), menjadi 103, ekspor tiga kali lipat dan lain-lain," jelas dia.

Dia menambahkan, Kementan juga mendorong dan mempercepat bantuan sarana produksi. Lalu mengakselerasi produksi pertanian khususnya melalui kegiatan padat karya.

"Dan kami juga mendorong kelancaran distribusi bahan pangan pokok," pungkas dia.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini