Pendaftaran Kartu Pra-Kerja Ditutup, Ini Tahapan Selanjutnya

Taufik Fajar, Jurnalis · Kamis 16 April 2020 18:54 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 16 320 2200325 pendaftaran-kartu-pra-kerja-ditutup-ini-tahapan-selanjutnya-oX9nKVDMi1.jpeg Ekonomi (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Pemerintah menutup pendaftaran Program Kartu Prakerja tahap pertama sore hari ini. Tahapan selanjutnya adalah peserta yang lulus akan mendapatkan pelatihan secara online.

Pemerintah pun menaikkan kuota pendaftaran Kartu Prakerja tahap pertama menjadi 200.000 peserta dari sebelumnya 164.000 peserta. Nantinya para peserta akan menerima SMS notifikasi perihal pelatihan online.

"Akan diberikan notifikasi dari SMS. Notifikasi ini akan diberikan Sabtu hingga Senin. Kemudian di hari Senin, di antara hari itu secara bergelombang akan diinformasikan melalui sms, mulai melakukan pelatihan," kata Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam telekonferensi, Jakarta, Kamis (16/4/2020).

Baca Juga: Gelombang Pertama, Menko Airlangga: 2,08 Juta Peserta Sudah Bergabung Kartu Pra-Kerja 

Airlangga menjelaskan, pelatihan yang akan diberikan untuk peserta melalui online atau digital. Hal ini dikarenakan masih adanya pandemi virus corona.

"Itu ada 2.055 pelatihan, di mana itu disediakan oleh 198 lembaga melalui 8 platform yang menjadi mitra kartu prakerja. Jenis pelatihan itu beragam, diharapkan akan ada pilihan bagi 200.000 pertama yang mengikuti atau lolos gelombang pertama," katanya.

Baca Juga: Dana Pra-Kerja Rp3,55 Juta Hanya Bisa Dicairkan Satu Kali, Gunakanlah Sebaik-baiknya 

Airlangga menambahkan, dari total pendaftar Kartu Prakerja yang belum ikut pelatihan di tahap pertama, maka tidak perlu mendaftar ulang.

"Kami nanti akan memberikan email di link di komputer atau smartphone untuk ikut gelombang kedua, ketiga, keempat dan seterusnya. Nanti ini akan kami sampaikan melalui notifikasi," katanya.

Sementara, bagi peserta yang lulus pendaftaran di tahap pertama dan mendapatkan SMS notifikasi, maka 200.000 peserta tersebut sudah bisa melakukan pelatihan pertama, maka dia akan memperoleh sertifikasi elektronik. Dengan sertifikasi tersebut telah melakukan pelatihan, maka secara otomatis akan membuat sistem yang bersangkutan akan mempunyai virtual account atau e-wallet.

"Apakah pakai Linkaja, OVO atau apapunn dengan setelah melakukan pelatihan, dana akan ditransfer oleh dari perbankan dalam hal ini BNI, ke rekening tersebut. Maka setelah pelatihan maka minggu depan sudah ada peserta mendapatkan pelatihan Rp600.000 untuk PKPK. Tentunya nanti akan evaluasi dalam bentuk survei dalam setiap survei Rp50.000 ini akan diberikan (Rp600.000) selama 4 bulan.

Dan bagi mereka yang telah mengikuti pelatihan dengan biaya Rp400.000, dengan biaya pelatihan yang diberikan Rp1 juta, bisa diberikan untuk pelatihan kedua, dengan syarat pelatihan pertama sudah selesai," tukasnya.

Hingga hari Kamis 16 April 2020, data mencatat jumlah yang melakukan registrasi sebanyak 5.923.350, yang sudah melakukan verifikasi NIK sebanyak 3.269.445 (55%), dan yang sudah bergabung di gelombang pendaftaran atau Join Batch pertama sebanyak 2.061.500.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini