Ruangguru Tuai Polemik di Tengah Kartu Pra-Kerja, Ini Penjelasan Menko Airlangga

Taufik Fajar, Jurnalis · Kamis 16 April 2020 19:24 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 16 320 2200346 ruangguru-tuai-polemik-di-tengah-kartu-pra-kerja-ini-penjelasan-menko-airlangga-0xl2wF1hYA.jpg Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memberi penjelasan terkait program kartu pra-kerja yang dinilai syarat kepentingan dan tidak transparan. Mengingat salah satu platform Badan Latihan Kerja (BLK) yang ditunjuk pemerintah, ada yang dimiliki Staff Khusus Milenial Presiden Adamas Belva Delvara. Platform tersebut adalah Ruangguru.

Baca Juga: Pendaftaran Kartu Pra-Kerja Gelombang II Dibuka 20 April

Menurut dia, pemilihan program pelatihan ini diserahkan kembali ke peserta. Artinya, tergantung minat masing-masing peserta di berbagai sektor industri. Misalnya pariwasata pelatihan bahasa untuk tour guide. Kemudian terkait UKM pengelolan manajemen untuk warung kopi (warkop) dan pembukuan yang sifatnya standar.

Baca Juga: Pendaftaran Kartu Pra-Kerja Ditutup, Ini Tahapan Selanjutnya

"Jadi itu pilihan yang banyak, pemerintah tidak arahkan kemanapun tapi sepenuhnya pilihan masing-masing individu dan terkait program Kemnaker, ada yang masuk dalam sisnaker itu juga masuk dalam platform dan dalam program," ujar dia pada telekonferensi, Kamis (16/4/2020).

Airlangga

Kemudian, lanjut dia, program itu sebetulnya berbayar, tapi pemerintah menyediakan uang, bagi peserta penerima dana untuk pelatihan tersebut.

"Dalam seleksi yang keluar di awal itu adalah terkait motivasi karena biar bagaimanapun kami kemarin ketemu yang ter-PHK yakni mas Hendra. Beliau pun sangat termotivasi sehingga dia bisa jadi enterpreneur," ungkap dia.

Sebelumnya, Program Kartu Pra-Kerja gelombang pertama telah berakhir. Di mana, berakhir pada hari ini pukul 16.00 WIB.

Airlangga

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjabarkan, terdapat 5.965.048 user yang mendaftar. Kemudian telah dilakukan verivikasi email 4.428.669 user dan berdasarkan NIK sebanyak 3.294.190 user.

"Kemudian diproses lagi dengan data yang ada dari kementerian dan yang lain maka yang telah memasuki join batch 2.078.026 user," ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini