JAKARTA - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mencatat realisasi investasi di sektor hulu migas pada kuartal I-2020 adalah sebesar USD2,87 miliar. Capaian ini baru mencapai 21% dari target tahun ini yakni USD13,8 miliar.
Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan, kemungkinan akan ada perubahan target pada investasi di sektor hulu migas. Mengingat pada tahun ini banyak masalah yang menggempur sektor hulu migas dari mulai pandemi corona (covid-19) hingga anjloknya harga minyak dunia.
Baca Juga: Harga Minyak Anjlok Lagi, WTI Dibanderol USD20,1/Barel
"Sampai akhir tahun kemungkinan akan terjadi penurunan investasi, kami masih review angkanya," ujarnya dalam telekonferensi, Kamis (16/4/2020).
Selain itu, Dwi juga menyebut akan penurunan dari penerimaan negara di sektor hulu migas. Pertumbuhan penerimaan yang ditargetkan APBN tahun ini USD32,09 miliar dari sektor ini juga kemungkinan akan turun menjadi USD19,95 miliar.
Baca Juga: Kesepakatan OPEC Pangkas Produksi Tak Buat Harga Minyak Naik
"Pertumbuhan penerimaan yang diharapkan USD32,09 miliar di APBN mungkin akan jadi USD19,95 miliar karena adanya penurunan harga minyak," ucapnya.
Meskipun begitu lanjut Dwi, bukan berarti pihaknya tidak melakukan apa-apa. Sudah ada beberapa langkah yang disiapkan oleh pemerintah dalam mengatasi hambatan tersebut.
Misalnya adalah, SKK Migas berkoordinasi dengan para gubernur di wilayah kerja KKKS, Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Hukum dan HAM untuk meminta bantuan agar mobilisasi pekerja hulu migas dapat tetap dilaksanakan.
SKK Migas dan KKKS juga melakukan penyesuaian sistem kerja dan membahas ulang rencana kerja tahun 2020, untuk menetapkan best effort yang dilakukan.
Dwi juga tengah mengusulkan adanya stimulus atau insentif bagi para KKKS kepada Menteri ESDM, Arifin Tasrif. Hanya saja, dirinya tidak menyebutkan secara rinci insentif yang akan diusulkan seperti apa.
"Kita mengajukan pada menteri usulan pemberian paket stimulus pada KKKS juga meminta KKKS negosiasi ulang kontrak yang ada agar efisien dan bisa menekan biaya produksi," kata Dwi.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.