Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sri Mulyani Prediksi Pertumbuhan Ekonomi RI Kuartal I hanya 4,5%

Giri Hartomo , Jurnalis-Jum'at, 17 April 2020 |15:38 WIB
Sri Mulyani Prediksi Pertumbuhan Ekonomi RI Kuartal I hanya 4,5%
Menteri Keuangan Sri Mulyani. (Foto: Instagram)
A
A
A

JAKARTA - Kementerian Keuangan memperkirakan pertumbuhan ekonomi di kuartal I-2020 hanya sekitar 4,5% hingga 4,6%. Angka ini lebih rendah dibandingkan proyeksi awal pertumbuhan ekonomi yang berada dikisaran 5%.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, angka pertumbuhan ekonomi di triwulan pertama ini disumbang oleh perbaikan ekonomi dari tahun sebelumnya. Hal ini terlihat dari positifnya pertumbuhan ekonomi pada periode Januari hingga awal pekan Maret.

Baca juga:

"Jadi Januari hingga Maret ada momentum pemulihan dari 2019 yang cukup lemah di kuartal I itu kita proyeksi 4,5% dan 4,6% masih tinggi meskipun turun di bawah 5%," ujarnya dalam teleconfrence, Jumat (17/4/2020).

Menurut Sri Mulyani, penurunan ekonomi ini disebabkan oleh pelemahan pada ekspor investasi dan konsumsi. Ditambah lagi, mulai pertengahan maret, pandemi corona mulai menekan ekonomi Indonesia.

"Akibat konsumsi, investasi dan ekspor kita yang tunjukan positif di Januari," ujarnya.

Meski begitu, Sri Mulyani menyebut pertumbuhan ekonomi ini tidak mencerminkan kondisi ke depannya. Apalagi kemungkinan besar pada kuartal selanjutnya akan mulai terlihat perlambatan ekonomi yang terimbas covid-19.

"Kuartal II bisa berubah cepat karena batasan sosial, WFH dan lain-lain, sehingga terlihat pengaruh ke kuartal II. Apakah kuartal II ini merupakan puncak dan kuartal III recover? Itu lihat kegiatan ekonomi pada kuartal III dan IV apa recovery atau stagnansi akibat covid. Ini paling sulit buat forecast," jelas dia.

Namun, Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini masih akan mengkaji mengenai apakah Indonesia masih bisa melakukan pemulihan pada kuartal IV. Hal ini nantinya akan disusun berdasarkan skenario buruk dan skenario paling buruk

"Kita masih kaji dan kota dalami Indonesia masuk dalam skenario mana tergantung penanggulangan yang kita lakukan dalam mereda virus corona (Covid-19) kita pun jaga amunisi pada jangka panjang dalam mengelola APBN ," kata Sri Mulyani.

Meskipun begitu, lanjut Sri Mulyani, pemerintah akan tetap berusaha agar ekonomi bisa tetao terjaga di tengah pandemi Corona. Berbagai vitamin pun sudah disiapkan pemerintah untuk menangkan virus Corona.

Misalnya pemerintah telah memberikan berbagai stimulus baik jaringan pengaman sosial (social safety net) ataupun insentif industri untuk menjaga perekonomia. Selain itu, berbagai gerakan sosial oleh masyarakat juga dinilai akan berkontribusi terhadap upaya menjaga daya beli demi mendorong konsumsi.

"Kalau bersama-sama mendukung langkah stabilitas sosial, bantu masyarakat, sumbangan relawan itu semua terefleksi konsumsi kita terjaga. Kalau semua hanya dari APBN itu enggak mungkin," kata Sri Mulyani.

(Fakhri Rezy)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement