Gaji Dipotong, Karyawan Garuda Tetap Dapat THR Penuh

Giri Hartomo, Jurnalis · Jum'at 17 April 2020 20:31 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 04 17 320 2200922 gaji-dipotong-karyawan-garuda-tetap-dapat-thr-penuh-KIFxgmx2v2.jpg Upah (Okezone)

JAKARTA - Garuda Indonesia melakukan pemotongan pada gaji Pegawai dan Direksinya. Namun perseroan memastikan untuk Tunjangan Hari Raya (THR) akan dibayarkan secara full.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan, perseroan akan tetap memberikn Tunjangan Hari Raya (THR) kepada para pegawainya. Sebab dalam surat tersebut diterangkan bahwa THR untuk lebaran tahun ini akan dibayarkan dengan besaran sebelum pemotongan diberlakukan.

 Baca juga: Gaji Pegawai Garuda Dipotong, Kementerian BUMN: Sudah Ada Hitungannya

"Adapun untuk kebijakan Tunjangan Hari Raya tetap akan kami berikan sesuai aturan yang berlaku," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (17/4/2020).

Sementara untuk pembayaran bantuan istirahat tahunan, tunjangan tengah tahun, dan insentif kinerja akan ditunda sampai dengan pemberitahuan lebih lanjut.

Pemotongan pembayaran hanya bersifat penundaan. Sebab perusahaan akan mengembalikan akumulasi pemotongan tersebut pada saat kondisi memungkinkan dan dengan adanya pemberitahuan terlebih dahulu.

 Baca juga: Gaji Pegawai Dipotong, Bos Garuda: Agar Bisnis Tetap Jalan

“Kita lihat situasi ya. Support dan doanya ya buat Garuda agar bisa melewati situasi sulit ini," kata Irfan.

Sementara untuk besaran pemotongan gaji yang dilakukan ini beragam. Untuk level direksi dan komisaris besaran pemotongan 50% dari take home pay.

Sedangkan untuk jabatan vice president, captain, first office, flight service manajer, besaran pemotongan 30%. Sementara senior manager, besaran pemotongan 25% .

Kemudian untuk flight attendant, expert dan manajer sebesar 20%. Sementara duty manager dan supervisor, besaran pemotongan 15%.

Lalu untuk staf serta siswa besaran pemotongan 10%. Pemotongan gaji tersebut akan dilakukan terhitung mulai April ini sampai dengan Juni nanti.

Menurut Irfan, kebijakan ini diambil dengan pertimbangan yang sangat mendalam atas kondisi Perusahaan saat ini. Dirinya percaya langkah ini dapat dan akan mampu membantu perseroan melewati masa yang kurang menguntungkan bagi industri penerbangan, sehingga kembali siap dan mampu untuk kembali menjalankan layanan operasional secara optimal kedepannya.

“Pemotongan gaji ini merupakan opsi terbaik yang bisa diambil oleh Perusahaan saat ini ditengah tantangan kinerja operasional yang terdampak secara menyeluruh pada lini bisnis sektor penerbangan," jelasnya.

(rzy)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini