Pemerintah Siapkan Dana Alokasi Khusus Rp200 Miliar untuk Bantu UMKM

Taufik Fajar, Jurnalis · Sabtu 18 April 2020 17:24 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 18 320 2201311 pemerintah-siapkan-dana-alokasi-khusus-rp200-miliar-untuk-bantu-umkm-WaIJfzgdbJ.jpg UMKM Terkena Dampak Virus Corona. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Kementerian Koperasi dan UKM mengungkapkan Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik dan non fisik sebesar Rp200 miliar akan digunakan untuk pelatihan-pelatihan dan pendampingan koperasi dan UMKM yang terkena dampak virus corona atau Covid-19.

“Tujuannya, untuk mengefektifkan pencegahan penularan Covid-19, maka diharapkan penggunaan anggarannya untuk pelatihan secara online. Nanti, secara detail, kami akan komunikasikan pelaksanaan teknisnya dengan seluruh kepala dinas,” tutur Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, dalam keterangannya, Sabtu (18/4/2020).

Merebaknya Covid-19 berdampak ke UMKM, terutama bagi usaha mikro dan kecil. Oleh karena itu, Teten menyiapkan tiga langkah untuk mengantisipasi itu, sesuai arahan Presiden Jokowi.

Baca Juga: Agar Survive Saat Krisis Akibat Covid-19, Ini Strategi Pelaku UMKM

Pertama, UMKM mendapatkan relaksasi pinjaman, dimana ada penundaan cicilan selama enam bulan, pengurangan bunga, dan juga pajak. Menkop dan UKM menekankan bahwa kebijakan ini bukan hanya bagi penerima KUR, program UMi, ULAMM (Unit Layanan Modal Mikro), MEKAAR (Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera) lewat PIP (Pusat Investasi Pemerintah) di bawah Kementerian Keuangan.

"Tapi, juga berlaku untuk koperasi simpan pinjam, BPR (Bank Perkreditan Rakyat), dan BPR Syariah. Hal itu sedang diusulkan dan dibahas", tandas Teten.

Kedua, sektor mikro dan ultra mikro yang betul-betul terpukul selain dapat relaksasi, juga perlu tambahan pembiayaan baru. "Nah ini akan terus kita efektifkan dua saluran pembiayaan. Pertama, melalui BLU di bawah Menteri Keuangan, lewat PNM, Bahana Ventura, Pegadaian, dan juga LPBD KUMKM", ucap Teten.

Selain itu, supaya KUR bisa menjangkau dalam waktu cepat dan luas untuk usaha mikro dan ultra mikro ini, Kemenkop dan UKM akan menggunakan berbagai saluran untuk meyalurkannya. "Termasuk sekarang yang paling mudah adalah melalui Fintech", ujar Menkop dan UKM.

Ketiga, program ultra mikro yang sudah betul-betul tidak bisa diselesaikan lewat mekanisme ekonomi, akan diikutsertakan dalam program bantuan tunai. "Jadi, ada perluasan dengan penambahan orang miskin baru dari sektor ultra mikro ini", tukas Teten.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini