Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Gubernur BI Beberkan Alasan SBN Indonesia Semakin 'Cantik'

Taufik Fajar , Jurnalis-Rabu, 22 April 2020 |15:14 WIB
Gubernur BI Beberkan Alasan SBN Indonesia Semakin 'Cantik'
Gubernur BI Perry warjiyo saat live streaming perkembangan ekonomi terkini 22 April 2020 (Foto; Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat arus modal masuk bersih mencapai Rp1,57 triliun selama periode 13-20 April 2020. Hal ini ditopang akan pembelian surat berharga negara (SBN).

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan bahwa secara bertahap kepercayaan Indonesia terutama investasi SBN terus berangsur-angsur mengalami kenaikan. Ada dua faktor yang mendukung kenaikan kepercayaan tersebut.

 Baca juga: BI Catat Aliran Modal Asing Masuk Rp1,57 Triliun

"Faktor pertama dari sisi imbal hasil investasi portfolio ke indonesia dalam bentuk SBN itu cukup menarik. itu kita ukur beberapa indikator mengenai yield spread," ujarnya dalam telekonferensi, Jakarta, Rabu (22/4/2020).

Dirinya mengatakan, perbedaan yield obligasi pemerintah Indonesia khususnya 10 tahun dengan US Treasury perbedaannya 7,1%. Hal ini membuat investasi porfolio Indonesia cukup menarik.

 Baca juga: Menkeu Akan Berhati-hati Gunakan Anggaran Penanganan Covid-19

"Demikian juga kalau kita ukur yield secara riil, yaitu yield dikurangi inflasi, misalnya ya itu ekspektasi inflasi di indonesia itu 4,6% yield setelah dikurangi inflasi," ujarnya.

Faktor kedua, lanjut Perry, tercemin dari indikasi premi risiko dalam hitungan jangka pendek. Hal ini terlihat dari volatility Index (VIx).

"Sebelum covid 18,8 pada saat puncaknya minggu kedua maret 83,2 Vix. data terakhir menunjukan 43,8 VIx. jadi berangsur-angsur menurun," ujarnya.

(Fakhri Rezy)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement