AS Perketat Aturan Pinjaman Darurat untuk Bisnis Kecil

Jum'at 24 April 2020 16:22 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 24 20 2204365 as-perketat-aturan-pinjaman-darurat-untuk-bisnis-kecil-NjmYupgX0S.jpg Dolar (Reuters)

JAKARTA – Pemerintah Amerika Serikat (AS) memperketat aturan mengenai program pinjaman darurat untuk bisnis kecil. Perusahaan-perusahaan besar diberi waktu dua minggu untuk mengembalikan dana yang mereka terima dari pinjaman darurat untuk bisnis kecil tersebut.

Perusahaan-perusahaan besar yang secara tidak layak menerima dana dalam Program Perlindungan Upah (PPP) memiliki waktu hingga 7 Mei untuk mengembalikan dana tersebut kepada Kantor Usaha Kecil AS (SBA), demikian pernyataan Departemen Keuangan dalam pedoman yang diperbarui.

 Baca juga: Imbas Covid-19, Pasokan Pangan di AS Tersendat

Kebijakan itu menyusul kemarahan atas berita bantuan yang sedianya diperuntukkan bagi bisnis kecil dan para pekerjanya, yang dalam waktu dua minggu kehabisan dana, diberikan sebagai pinjaman kepada perusahaan-perusahaan besar, termasuk beberapa di antaranya yang terdaftar di pasar saham.

Pemohon program itu "harus menyatakan dengan itikad baik bahwa permintaan pinjaman PPP mereka diperlukan," kata pedoman itu, tetapi terserah kepada perusahaan, bukan bank untuk menentukan apakah mereka bisa mengakses sumber pendanaan lain.

 Baca juga: Ekonomi AS Tak Akan Pulih Sebelum Covid-19 Terkendali

"Kecil kemungkinannya perusahaan publik dengan nilai pasar besar dan akses ke pasar modal bisa membuat sertifikasi yang diperlukan dengan itikad baik, dan perusahaan semacam itu harus siap untuk menunjukkan kepada kantor SBA, berdasarkan permintaan, dasar untuk sertifikasinya, " kata pedoman itu dilansir VOA Indonesia.

Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin, Selasa memperingatkan perusahaan yang mengeksploitasi celah dalam program itu akan menghadapi "konsekuensi."

Kongres siap untuk menyetujui USD320 miliar lagi dana untuk program ini setelah tahap awal USD349 miliar diserap sepenuhnya dalam waktu kurang dari dua minggu.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini