Imbas Covid-19, Pasokan Pangan di AS Tersendat

Jum'at 24 April 2020 10:20 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 24 320 2204118 imbas-covid-19-pasokan-pangan-di-as-tersendat-Z2W52PGnAZ.jpeg Waspada Virus Corona. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA – Kegiatan produksi petani di Amerika Serikat (AS) belum berhenti selama pandemi covid-19. Namun, pasokan pangan di AS mengalami hambatan. Seorang peternak sapi di luar kota Cambridge, Wisconsin, Tina Hinchley mengatakan ada permintaan susu yang sangat besar.

Secara historis sekitar 90% produksi susu di peternakan Hinchley memasok industri keju terkenal di Wisconsin. Namun ketika restoran, sekolah dan kampus ditutup karena pandemi ini, 70% susu yang sedianya dibuat menjadi keju dihentikan produksinya.

 Baca juga: Bank-Bank Besar AS Siapkan USD35 Miliar untuk Antisipasi Kebangkrutan Imbas Covid-19

Sewaktu sebagian besar warga Amerika tinggal di rumah di tengah pembatasan sosial untuk mencegah meluasnya perebakan virus corona, toko-toko eceran dan bahan makanan, demikian pula “food bank” atau semacam gudang distribusi makanan untuk warga tidak mampu dan badan-badan amal di seluruh Amerika berjuang mengatasi peningkatan permintaan bahan makanan dan kebutuhan dasar lainnya.

Kelangkaan sebagian bahan kebutuhan dasar di pasar meningkatkan keprihatinan tentang pasokan pangan Amerika. Namun Hinchley mengatakan rak-rak yang kosong itu lebih banyak terkait dengan rantai logistik, bukan seberapa besar produksi. Dia menjelaskan bahwa industri makanan juga membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri dengan perubahan perilaku konsumen yang mendadak, seperti tingginya permintaan untuk keju yang dijual ketengan dan kemasan untuk toko-toko kelontong.

Baca juga: Siapkah Perekonomian AS Dibuka Kembali?

“Akan memakan waktu sebelum peralihan dari keju berukuran 40 pound atau sekitar 18 kilogram menjadi keju batangan, atau menjadi mentega berukuran lebih kecil sehingga memberi banyak pilihan pada konsumen,” ujarnya kepada VOA, Jumat (24/4/2020).

“Jarang ada konsumen yang pergi ke toko kelontong dan ingin membeli keju parut berukuran 5 pound atau sekitar 2,3 kilogram,” ujar Mark Stephenson, Direktur Dairy Policy Analysis di Universitas Wisconsin, di Madison.

Awal bulan ini wabah Covid-19 di South Dakota memaksa penutupan pabrik pemrosesan yang menangani sekitar 5% pasokan daging babi di Amerika. Baru-baru ini sebuah fasilitas pemrosesan daging babi di Iowa juga ditutup.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini