Tenang, Pasokan Beras Cukup Sampai Akhir Tahun

Jum'at 24 April 2020 12:41 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 24 320 2204206 tenang-pasokan-beras-cukup-sampai-akhir-tahun-3FBaWJAlP1.jpg Ilustasi Beras (Foto: Okezone)

JAKARTA – Ketersediaan beras di dalam negeri masih cukup hingga akhir tahun 2020. Hal ini tercermin dari perkiraan total produksi beras tahun ini yang mencapai 29 juta ton.

Dewan Pembina Institut Agroekologi Indonesia (Inagri) Ahmad Yakub mengatakan, jumlah tersebut belum termasuk stok Bulog dan beras di pedagang, serta lumbung masyarakat sekitar 3,5 juta ton. Sementara kebutuhan beras nasional berkisar 2,5 juta ton per bulan.

Dia mengatakan, pemerintah juga dapat membantu petani meningkatkan nilai tambah hasil panen pada April dan Mei 2020 dengan menyediakan mesin giling mini dengan kapasitas 75 kilogram per jam produk beras.

Baca juga: Disentil Jokowi, Benarkah Ada Permainan Harga Jual Beras dan Gabah Kering?

"Untuk beras jangka pendek ini, kita surplus paling tidak 6,8 juta ton dari panen saat ini yang 29 juta ton gabah kering giling. Atau dikonversi menjadi beras kurang lebih 17 juta ton," jelas Ahmad Yakub dilansir dari VOA, Jumat (24/4/2020).

Yaqub menambahkan terjadi peningkatan pembelian beras oleh konsumen pada awal tahun ini jika dibandingkan tahun lalu sebelum ada wabah corona. Itu terlihat dari penyaluran penyaluran Bulog pada periode Januari-22 April 2020 sebanyak 570 ribu ton atau meningkat 33% dibandingkan periode sama tahun lalu sebanyak 382 ton.

Baca juga: Disentil Jokowi tentang Harga Beras, Apa Kata Kementan dan Kemendag?

Di samping itu, harga beras medium secara nasional mencapai Rp12 ribu per kilogram, di atas harga eceran tertinggi yakni Rp9.450 untuk Jawa, Lampung dan Sumatera Selatan.

Yaqub mengusulkan Presiden Joko Widodo agar membentuk Badan Pangan Nasional untuk menyikapi gejolak harga pangan dan data pangan di tengah wabah corona. Badan ini bisa berada di bawah presiden langsung yang dapat mengkoordinir dan menyusun kebijakan pangan dari hulu hingga hilir.

"Badan Pangan Nasional menjadi regulator dan Perum BULOG menjadi operator dalam mewujudkan kedaulatan, kemandirian dan ketahanan pangan," tambah Yaqub.

Kendati pasokan beras cukup, masyarakat belum tentu dapat membeli beras. Hal ini seperti yang dituturkan Kepala Desa Panggungharjo, Kabupaten Sleman, Yogyakarta, Wahyudi.

Menurutnya ada sekitar 58% dari total 9.340 keluarga di desanya mengaku terdampak wabah corona seperti kehilangan pekerjaan dan turunnya pendapatan. Akibatnya, warga tidak memiliki kemampuan dalam mencukupi kebutuhan pangan. Warga hanya mampu membeli pangan mulai dari satu hingga enam bulan ke depan.

"Untungnya banyak mekanisme sosial yang bekerja dan saya kira itu menjadi keuntungan dari bangsa kita. Jadi ketika mekanisme negara gagal memberikan jaminan atas keberlangsungan hidup negara, itu masyarakat sangat kreatif untuk membangun jaring pengaman secara bersama," jelas Wahyudi.

Wahyudi menambahkan pemerintah desa juga menjalankan program tanam pangan di lahan-lahan desa untuk pemenuhan pangan bagi warga desa.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini