Sempat Minus, Harga Minyak Dunia Naik Lagi

Giri Hartomo, Jurnalis · Sabtu 25 April 2020 09:28 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 25 320 2204650 sempat-minus-harga-minyak-dunia-naik-lagi-Wy3q448PVa.jpg Harga Minyak (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Harga minyak dunia naik tipis pada akhir perdagangan Jumat waktu setempat (Sabtu pagi WIB).

Kenaikan harga minyak dunia ini mengakhiri pelemahan selama sepekan setelah minyak AS jatuh ke minus USD40 per barel, karena pengurangan produksi global tidak dapat mengimbangi jatuhnya permintaan yang disebabkan oleh pandemi virus corona atau Covid-19.

Melansir Reuters, Jakarta, Sabtu (25/4/2020), harga minyak Brent berjangka LCOc1 naik 11 sen atau 0,5% menjadi USD21,44 per barel, sementara harga minyak mentah West Texas Intermediate CLc1 naik 44 sen atau 2,7% menjadi USD16,94.

Harga minyak berjangka menandai kerugian minggu ketiga berturut-turut, dengan Brent berakhir turun 24% dan WTI turun sekitar 7%.

Perdagangan minyak sangat fluktuatif sepanjang minggu ini dalam perpanjangan penjualan yang telah mendominasi perdagangan sejak awal Maret karena permintaan turun 30% karena pandemi. Sementara faktor-faktor fundamental tertentu, seperti penurunan tajam rig pengeboran aktif di Amerika Serikat secara nominal bullish untuk harga minyak, efek positif dari pergerakan tersebut adalah beberapa bulan ke depan.

"Ini benar-benar minggu yang brutal, ”kata Todd Staples, presiden kelompok perdagangan Asosiasi Minyak & Gas Texas.

"Volatilitas yang kami lihat dengan harga negatif adalah ekstrem," katanya.

 Harga Minyak

Pedagang memperkirakan permintaan akan kekurangan pasokan selama berbulan-bulan karena gangguan ekonomi yang disebabkan oleh pandemi virus corona. Produsen mungkin tidak memotong produksi dengan cepat atau cukup dalam untuk mendukung harga, terutama ketika produksi ekonomi global diperkirakan akan mengalami kontraksi sebesar 2% tahun ini, lebih buruk daripada krisis keuangan.

"Upaya untuk mengurangi pasokan hanya perjuangan untuk mendekati pencocokan permintaan koronavirus," kata John Kilduff, mitra di hedge fund Again Capital LLC di New York.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini