Erick Thohir Susun Roadmap Sehatkan Industri Alkes

Giri Hartomo, Jurnalis · Sabtu 25 April 2020 16:05 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 25 320 2204829 erick-thohir-susun-roadmap-sehatkan-industri-alkes-h4ZIqesmgQ.jpg Erick Thohir (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tengah fokus membangun Health Security Nasional. Upaya ini dilakukan selain bisa meningkatkan daya saing industri kesehatan dalam negeri, juga bisa menjadi benteng pertahanan dalam menghadapi segala wabah penyakit ke depannya.

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, penyusunan roadmap yang direncanakan ini merupakan wujud sinergi antara BUMN dan swasta. Hal ini juga bisa menciptakan ekosistem bisnis yang sehat untuk industri alat kesehatan.

Menurut Erick, langkah ini juga sesuai dengan Peraturan Presiden yang mewajibkan penggunaan produk dalam negeri. Oleh karena itu, sebagai upaya pelaksanaan Health Security Nasional, dirinya meminta kepada seluruh RS BUMN yang tersebar di seluruh Indonesia untuk mengutamakan penggunaan produk dalam negeri, baik itu obat hingga alat kesehatan.

“Saya bukan anti impor, tapi dari Pandemi Covid-19 ini, kita semua belajar bahwa kita harus mampu mewujudkan ketahanan kesehatan nasional, di mana semua pihak berperan besar mewujudkannya. Akademisi, Periset, BUMN, Swasta, BUMD, RS, BPJS, LKPP juga regulator semua harus punya visi yang sama, bahwa sedikit demi sedikit kita harus mengurangi ketergantungan terhadap impor,” ujarnya mengutip keterangan tertulis, Sabtu (25/4/2020).

Dalam penyusuannya nantinya Erick Thohir akan melibatkan para oengusaha yang bernaung dalam organisasi perusahaan alat alat kesehatan dan Laboratorium Indonesia (Gakeslab). Hal ini dilakukan untuk mendapatkan gambaran dan masukan dara para pengusaha sesuai kondisi yang ada di lapangan.

Ketua Umum Gakeslab Sugihadi mengatakan, pihaknya sudah bersurat untuk audiensi kepada Menteri BUMN sejak beberapa waktu lalu terkait pembentukan roadmap tersebut. Langkah ini juga sangat baik untuk bisa mengurangi ketergantungan impor pada alat kesehatan.

Apalagi, saat ini banyak perusahaan swasta yang memiliki kemampuan dalam memproduksi alat kesehatan. Ditambah, dalam beberapa bulan lalu juga muncul adanya isu penggelapan alat kesehatan di tengah pandemi corona.

“Kami bersyukur bisa berdiskudi panjang lebar, walaupun secara virtual, mengenai alkeslab dengan pak Erick, bahkan juga diminta kami terlibat dalam pembuatan roadmap health security yang sedang disiapkan oleh Kementerian BUMN sesuai dengan kebutuhan baik dunia usaha, regulator maupun masyarakat,” jelasnya.

Menurut Sugihadi, pihaknya sangat memendukung penyediaan fasilitas pelayanan kesehatan dan kebutuhan tenaga kesehatan. Apalagi saat ini, pemerintah sangat membutuhkan alat kesehatan dan laboratorium dari dalam maupun luar negeri.

Hanya saja dirinya berharap agar alat kesehatan dan laboratorium tidak lagi diimpor dari luar . Apalagi saat ini sudah banyak penelitian baik dari Universitas ataupun Balitbang instansi pemerintahan yang bisa memproduksi alat kesehatan yang selama ini diimpor, seperti salah satunya Ventilator.

“Ke depannya, ini bisa dikembangkan dan bisa diproduksi massal demi memenuhi pasar dalam negeri,” ucapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini