Share

Berdagang ala Nabi Muhammad SAW, Kenali Sifat yang Mengundang Pembeli

Taufik Fajar, Jurnalis · Senin 27 April 2020 12:13 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 27 320 2205441 berdagang-ala-nabi-muhammad-saw-kenali-sifat-yang-mengundang-pembeli-gTgKufdsls.jpg Muhammad SAW (ist)

JAKARTA - Nabi Muhammad SAW memiliki sifat dan ahlak yang mulia. Karakter itu pun menjadi kekuatan Rasulullah dalam berdagang.

Nabi Muhammad SAW merupakan sosok yang berprilaku lemah lembut, pemaaf, memohon ampun untuk orang lain, bermusyawarah dan bertawakal kepada Allah SWT. Hal itu seperti disebutkan dalam surat Ali Imran ayat 159. "Maka disebabkan rahmat Allah-lah kamu (Muhammad) berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakal kepada-Nya."

 Baca juga: 7 Jejak Bisnis Nabi Muhammad SAW yang Patut Diteladani

Seperti dikutip dari buku Muhammad: Business Strategi dan Ethics, Etika dan Strategi Bisnis Nabi Muhammad SAW oleh M Suyanto, Senin (27/4/2020), budi pekerti yang luhur merupakan salah satu senjata yang tidak hanya dalam bisnis, tetap dalam segala kehidupan. Rasulullah SAW bersabda, "Aku diutus untuk menyempurnakan kemuliaan budi pekerti (Ahmad, Hakim, Baihaqi).

Infografis Jejak Bisnis Nabi Muhammad SAW

Demikian pula dari Artha bin Yasar RA, yang bertemu dengan Abdullah bin 'Amr bin 'Ash, lalu katanya: "Ceritakanlah kepadaku tentang sifat Rasulullah SAW seperti yang tersebut dalam kitab Taurat". Jawab Abdullah, "Baiklah! Demi Allah sesungguhnya Rasulullah SAW telah disebut di dalam kitab Taurat dengan sebagian sifat beliau tersebut di dalam Alquran: Wahai Nabi! sesungguhnya aku mengutusmu untuk menjadi saksi, memberi kabar gembira, memberi peringatan dan memelihara orang ummi. Engkau adalah hamba-Ku dan pesuruh-Ku. Aku namakan engkau orang yang bertawakal (berserah diri), tidak jahat budi, tidak kesat hati, tidak pula orang yang suka berteriak di pasar-pasar, tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, tetapi pemaaf dan memberi ampun. Dan Allah, belum akan mencabut nyawanya sehingga dia menegakkan agam seluruh lurusnya, yaitu supaya mereka mengucapkan: "Laa Illaha illallaah" sehingga dengan ucapan itu Allah membukakkan mata yang buta dan telinga yang tuli, serta hati yang tertutup" (Bukhari)

Demikian pula Rasulullah SAW bersabda: "Kamu semua tidak mungkin dapat mempergauli orang lain dengan hartamu saja, tetapi hendaklah seseorang dari kamu semua mempergauli mereka dengan muka berseri-seri dan budi pekerti yang baik" (Thabrani dan Baihaqi).

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini