Lirik Indonesia, Amazon Diminta Perhatikan Bisnis UMKM

Taufik Fajar, Jurnalis · Senin 27 April 2020 17:53 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 27 320 2205684 lirik-indonesia-amazon-diminta-perhatikan-bisnis-umkm-nBPied470q.jpg Amazon Berencana Investasi ke Indonesia. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Amazon dikabarkan berencana akan membangun pasar e-commerce di Indonesia.

Ketua Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) Ignatius Untung menyatakan, bila Amazon masuk ke Indonesia dengan menggunakan data dari jaringan penjual pihak ketiga seperti yang dilakukan di Amerika Serikat, maka akan berdampak besar bagi pelaku UMKM yang ada di Indonesia.

Sebab, perlu ada aturan main yang adil dan berimbang untuk melindungi pedagang dan UMKM lokal di platform online, terutama mengingat mereka adalah salah satu pilar yang menopang perputaran roda ekonomi di tengah pandemi seperti sekarang ini.

Namun, sampai saat ini asosiasi saja belum mengetahui arah Amazon membuka di Indonesia, apakah bentuknya dalam e-retail atau marketplace seperti yang dijalankan e-commerce yang sudah banyak berdiri di Indonesia.

Baca Juga: Realisasi Investasi Tembus Rp210,7 Triliun, Asing Mulai Surut

"Jadi kita belum tahu bentuk yang ingin mereka (Amazon) jalankan di Indonesia. Apakah e-retail atau marketplace? Yang pasti kalau mereka menggunakan data dari jaringan penjual pihak ketiga dalam menjalankan e-retail maka akan ada dampaknya bagi pelaku UMKM yang ada di Indonesia," katanya dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Senin (27/4/2020).

Saat ini Amazon menggunakan data dari jaringan penjual pihak ketiga (data third party) untuk menemukan item atau produk terlaris apa yang nantinya akan disaingi oleh produk Amazon.

Namun asosiasi sudah pernah bilang kepada semua e-commerce yang mau masuk ke Indonesia, jangan pernah menggunakan private label. Tujuannya, sambung dia, agar pelaku UMKM lokal masih bisa tetap berjalan dan tidak tersaingi oleh banyaknya gempuran yang datang dari luar Indonesia.

"Pemerintah juga belum membahas private label itu. Hinggat saat ini e-retail sendiri atau mereka yang menjalankan private label sudah banyak di Indonesia. Seperti e-retail raksasa Matahari dan sebagainya sudah private label di Indonesia," terang Untung.

Sementara itu, Ekonom Indef Enny Sri Hartati berharap kepada setiap platform e-commerce yang mau membuka investasinya di Indonesia, agar tetap netral dan mendukung kemajuan UMKM lokal yang sudah tumbuh berkembang di Indonesia.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta untuk menyiapkan regulasi atau aturan main soal investasi data center yang ingin masuk ke Indonesia.

“Kita tahu saat ini banyak startup-startup kita yang dalam beberapa tahun terakhir tumbuh sangat pesat masih menggunakan data center di luar negeri,” ujar Presiden Jokowi saat memimpin Rapat Terbatas membahas Pengembangan Pusat Data Nasional di Kantor Presiden 28 Februari 2020.

Kalau data center itu ada di Indonesia, menurut Presiden, akan banyak manfaatnya, lebih cepat, lebih aman dan membantu untuk local troubleshooting dalam pengembangan sistem yang bisa dilakukan dengan lebih cepat.

“Saya melihat banyak pemain-pemain global seperti Microsoft, Amazon, Alibaba, Google sangat tertarik masuk dan bahkan sudah mulai mengembangkan data center-nya di Indonesia,” tutur Presiden.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini