JAKARTA - Program kartu pra-kerja diprediksi akan meningkatkan angka inklusi keuangan Indonesia. Mengingat seluruh pembayaran atau transaksi menggunakan metode cashless.
Pada tahun 2019 angka inklusi keuangan Indonesia sudah mencapai 76,1% atau di atas dari target yang ditetapkan pemerintah yakni sebesar 75%. Ditargetkan pada 2024 mendatang angka inklusi keuangan Indonesia berada di angka 90%.
Baca juga: Dana Bantuan Kartu Pra-Kerja Diharap Bisa Jadi Modal Usaha
Asisten Deputi Ketanagakerjaan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Yulius mengatakan, pihaknya membuka peluang untuk membuka mitra pelatihan kartu pra-kerja termasuk di dalamnya mitra pembayaran. Sehingga para peserta memiliki banyak pilihan metode pembayaran yang akan digunakan.
“Potensinya sangat besar kepada yang mau jadi platform baik pelatihan dan terkait dengan keuangan sangat besar," ujarnya dalam telekonferensi, Selasa (28/4/2020).
Baca juga: Kartu Pra-Kerja Sudah Diserbu 8 Juta Pendaftar
Menurut Yulius, bagi siapa pun yang berminat untuk menjadi mitra diharapkan bisa mendaftarkan diri kepada PMO kartu pra-kerja. Dalam proses pemilihannya, tidak akan keistimewaan yang diberikan oleh pemerintah.
Adapun syarat untuk menjadi mitra digital termasuk yang bertugas menyalurkan pembayarannya adalah memiliki cakupan layanan berskala nasional. Selain itu, sistem informasi dan teknologi yang memadai, memiliki aplikasi daring dan untuk swasta, berbadan hukum perseroan terbatas dan izin usaha.
"Silahkan mendaftar, tidak ada privilege (keistimewaan) yang mana yang dipilih atau tidak,” kata Yulius.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.