Dana Bantuan Kartu Pra-Kerja Diharap Bisa Jadi Modal Usaha

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 28 April 2020 14:29 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 28 320 2206114 dana-bantuan-kartu-pra-kerja-diharap-bisa-jadi-modal-usaha-fkpzHz4rUW.jpg belajar online (Reuters)

JAKARTA - Pemerintah memberikan bantuan uang pelatihan dan juga uang saku kepada para peserta program kartu pra-kerja. Adapun bantuan yang akan diberikan adalah sebesar Rp3.550.000 yang akan ditransfer ke rekening bank atau akun dompet digital masing-masing peserta.

Dari jumlah tersebut, nantinya para peserta akan mendapatkan uang saku sebesar Rp600.000 per bulan. Uang saku ini akan ditransfer selama 4 bulan ke depan

 Baca juga: Ada Kartu Pra-Kerja, Inklusi Keuangan RI Bakal Naik

Asisten Deputi Pasar Modal dan Lembaga Keuangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Gede Edy Prasetya mengatakan, para peserta kartu pra kerja untuk bijaksana dalam menggunakan uang saku kartu pra kerja yang diberikan pemerintah ini. Ada baiknya, para peserta tidak menggunakan uang sakunya untuk kebutuhan sehari-hari.

"Itu yang ingin kita sampaikan penyaluran dana kartu pra kerja dari keuangan pembayaran kami berharap penerima kartu pra kerja mohon bijaksana menggunakan dana," ujarnya dalam teleconfrence, Selasa (28/4/2020).

 Baca juga: Mau Dapat Uang Saku Rp600.000 per Bulan dari Kartu Pra-Kerja? Ini Syaratnya

Menurut Gede, akan lebih bermanfaat jika uang saku yang diberikan pemerintah bisa digunakan untuk modal usaha. Sehingga setelah pelatihan rampung, para peserta kartu pra kerja bisa menerapkannya langsung ilmu yang didapatkannya.

"Dana yang disediakan tidak enggak bisa untuk konsumtif. Tapi bisa digunakan sebagai modal mengembangkan usaha mereka setelah mereka mendapatkan bantuan dari pemerintah," jelasnya.

Sementara itu, Asisten Deputi Ketanagakerjaan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Yulius mengatakan, para peserta Kartu Pra Kerja yang telah mengikuti pelatihan tidak akan dilepas bebas. Pemerintah akan terus memantau perkembangan peserta setelah mengikuti pelatihan dari Kartu Pra Kerja.

"Kita akan membina dan kita akan memonitor terus dengan meminta mereka mengisi kuesioner yang kita berikan setelah pelatihan. Kita akan melihat sebenarnya orang ini setelah pelatihan ngapain sih? Dapat bekerja atau tidak? Kalau dia bekerja apakah cocok antara pelatihan yang diberikan dengan pekerjaan saat ini? Setelah itu bagaimana perilakunya setelah bekerja dan lainnya," jelasnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini