Ada Kartu Pra-Kerja, Inklusi Keuangan RI Bakal Naik

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 28 April 2020 13:26 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 28 320 2206044 ada-kartu-pra-kerja-inklusi-keuangan-ri-bakal-naik-cUy2cdXmTt.jpg Kartu Pra-Kerja (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Pemerintah optimistis program Kartu pra-kerja memberikan sisi positif lain yakni mendorong tingkat inklusi keuangan. Mengingat seluruh metode pembayaran yang digunakan tidak lagi cash atau sudah lewat digital.

Pada tahun 2019 angka inklusi keuangan Indonesia sudah mencapai 76,1% atau di atas dari target yang ditetapkan pemerintah yakni sebesar 75%. Ditargetkan pada 2024 mendatang angka inklusi keuangan Indonesia berada di angka 90%.

Baca juga: Solusi Menaker untuk Pengusaha Agar Tidak Ada PHK

Asisten Deputi Pasar Modal dan Lembaga Keuangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Gede Edy Prasetya mengatakan, pembayaran yang digunakan pada program kartu pra-kerja ini menggunakan sistem transfer dari bank maupun platform pembayaran digital lainnya. Saat ini, ada empat mitra pembayaran digital dalam program Kartu pra-kerja yakni Bank BNI, OVO, LinkAja, dan GoPay.

"Terkait mitra pembayaran ini membantu di samping melayani kartu pra-kerja juga meningkatkan inklusi keuangan, dari mitra ini inklusi keuangan bisa naik," ujarnya dalam telekonferensi, Selasa (28/4/2020).

Gede menambahkan, meskipun lebih praktis namun platform penyedia jasa pembayaran ini juga harus memberikan pelayanan yang maksimal. Khususnya dari sisi keamanan, para mitra penyedia jasa ini harus terus ditingkatkan sehingga bisa mendukung lancarnya program kartu pra-kerja.

Baca juga: Pekerja yang Dirumahkan dan PHK Tembus 2,2 Juta Orang

"Ada registrasi dan sebagainya sehingga berharap dari pembayaran digital bisa sekuritisasinya dan kemudahan bisa mendukung suksesnya kartu pra-kerja ini yang diharapkan," jelasnya.

Gede menambahkan, penggunaan pembayaran secara digital ini juga bisa menghindari masyarakat dari penularan virus corona. Sebab para peserta tidak perlu bertatap muka langsung untuk melakukan pembayaran pendaftaran guna mengikuti pelatihan kartu pra-kerja.

"Di samping aman transaksi juga kesehatan. Mereka tidak menyentuh uang kertas untuk sementara masa pandemi lakukan digital payment untuk mengamankan kesehatan sendiri-sendiri," ucapnya

Sementara itu, Asisten Deputi Ketanagakerjaan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Yulius menambahkan dalam program ini pemerintah tidak menggunakan metode tunai namun uang digital atau melalui perbankan agar sejalan dengan inklusi keuangan. Hal ini sejalan dengan langkah pemerintah untuk terus meningkatkan inklusi keuangan.

"Kartu pra-kerja kita tidak menggunakan uang secara cash tapi menggunakan uang digital e-wallet atau perbankan ini searah dengan inklusi keuangan yang diharapkan pemerintah," jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini