Share

Pekerja yang Dirumahkan dan PHK Tembus 2,2 Juta Orang

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 23 April 2020 17:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 23 320 2203814 pekerja-yang-dirumahkan-dan-phk-tembus-2-2-juta-orang-LwZcq0424S.jpg PHK (Okezone)

JAKARTA - Dampak virus corona terus menggerogoti sektor bisnis. Akibatnya semakin banyak perusahaan yang melakukan merumahkan atau mengambil langkah pemutusan hubungan kerja (PHK) pada karyawannya.

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengatakan, jumlah pekerja total yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan dirumahkan mencapai 2,2 juta orang. Angka tersebut terdiri dari 2,08 juta pekerja di sektor formal dan 116 ribu dari sektor informal.

 Baca juga: Pengusaha Diharap Pekerjakan Lagi Karyawan yang Di-PHK Usai Pandemi Covid-19

"Data terbaru Kemnaker per-21 April, jumlah pekerja total ada 2.084.593 pekerja dari sektor formal dan informal dari 116.370 perusahaan yang terdampak Covid-19," ujar mengutip keterangan tertulis, Kamis (23/4/2020).

Ida mengatakan,jumlah yang dirumahkan masih relatif lebih kecil dibandingkan dengan yang terkena PHK. Adapun jumlah perusahaan dan pekerja formal yang dirumahkan adalah 1.304.777 dari 43.690 perusahaan.

 Baca juga: Menaker: PHK Itu Langkah Pamungkas

Sedangkan yang di-PHK adalah hanya sekitar 241.431 pekerja saja. PHK sebanyak itu dilakukan oleh 41.236 perusahaan di seluruh Indonesia.

"Rinciannya jumlah perusahaan dan pekerja formal yang dirumahkan adalah 1.304.777 dari 43.690 perusahaan. Sedangkan yang di-PHK adalah dari 41.236 perusahaan dengan jumlah pekerja sebanyak 241.431 orang," kata Ida.

Selain itu, menurut Ida, sektor informal memang menjadi salah satu yang mengalami dampak cukup besar. Khususnya pengusaha Usaha Mikro Kecil Menangah (UMKM) yang telah kehilangan538.385 pekerja.

"Sektor informal juga terpukul karena kehilangan 538.385 pekerja dari 31.444 perusahaan atau UMKM," kata Ida.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini