Sampoerna Tutup Pabrik di Jatim Imbas 2 Pekerja Meninggal karena Covid-19

Taufik Fajar, Jurnalis · Jum'at 01 Mei 2020 13:35 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 01 320 2207742 sampoerna-tutup-pabrik-di-jatim-imbas-2-pekerja-meninggal-karena-covid-19-nAk0lFQ2lF.jpg Tenaga Medis (reuters)

JAKARTA - Pabrik rokok PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) terpapar virus Corona atau Covid-19. Di mana, ada 2 pekerjanya yang meninggal karena virus tersebut.

Sebanyak dua karyawan pabrik rokok di Surabaya, Jawa Timur (Jatim) dikabarkan meninggal dunia akibat terpapar virus corona (Covid-19). Kemudian tim tracing baik dari Gugus Tugas maupun Dinas Kesehatan Jatim melakukan rapid test terhadap karyawan pabrik rokok tersebut.

 Baca juga: Rapid Test, 98 Karyawan Sampoerna Positif Terindikasi Corona

Hasilnya 98 pekerja PT HM Sampoerna reaktif atau positif terindikasi terpapar corona. Sebagian mereka besar masih diisiolasi. Mereka masih menjalani uji swab dengan metode PCR untuk memastikan positif Covid-19 atau tidak.

Direktur PT HM Sampoerna Tbk Elvira Lianita mengatakan bahwa pihaknya memutuskan untuk melakukan penghentian sementara kegiatan produksi di pabrik Rungkut 2. Di mana telah berlaku sejak tanggal 27 April 2020 sampai dengan waktu yang ditentukan kemudian.

 Baca juga: Kena Corona, 2 Karyawan Pabrik Rokok Sampoerna Meninggal 

"Penghentian sementara ini bertujuan agar kami dapat melaksanakan pembersihan dan sanitasi secara menyeluruh di area pabrik Rungkut 2 guna menghentikan tingkat penyebaran virus COVID-19 yang saat ini telah berdampak pada beberapa karyawan kami di lokasi tersebut," ujarnya mengutip keterangan tertulis, Jakarta, Jumat (1/5/2020).

PT HM Sampoerna telah menyerahkan data dan informasiterkait karyawan kamikepada Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Surabayadan Jawa Timur. Dengan memegang prinsip perlindungan data pribadi atas karyawan kami yang terdampak, maka kami tidak memberikan data dan informasi kepada pihak lain selain pihak yang berwenang.

Selanjutnya, sesuai arahan dan koordinasi dengan Pemerintah Kota Surabaya dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Pihaknya juga telah menerapkan protokol yang dianjurkan antara lain penyemprotan disinfektan di seluruh fasilitas pabrik, melakukan contact tracing, meminta karyawan untuk karantina mandiri, melakukan test COVID-19, dan bekerjasama dengan rumah sakit setempat.

"Prioritas kami saat ini adalah memastikan keselamatan dan kesehatan para karyawan kami dengan menerapkan protokol kesehatan seperti anjuran pemerintah, serta terus berkoordinasi dengan Pemerintah dan Gugus Tugas di tingkat Kota dan Provinsiuntuk mencegah penyebaran," ujarnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini