PNBP Migas 2020 Diprediksi Hanya Rp86 Triliun Imbas Pelemahan Rupiah

Taufik Fajar, Jurnalis · Senin 04 Mei 2020 14:53 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 05 04 20 2208919 pnbp-migas-2020-diprediksi-hanya-rp86-triliun-imbas-pelemahan-rupiah-iQwJRBYpjq.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengungkapkan fluktuasi pelemahan nilai tukar Rupiah dalam beberapa hari yang lalu memberikan dampak pada Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari sektor migas.

Menurutnya asumsi APBN ditetapkan PNBP migas capai Rp192 triliun, namun perkiraan realisasi diprediksi hanya Rp86 triliun.

"Jadi, asumsi kami dengan kondisi ini hanya bisa Rp86,33 triliun sampai akhir tahun," ujar dia dalam rapat kerja secara virtual bersama Komisi VII DPR di Jakarta, Senin (4/5/2020).

Baca Juga: Ini Perbandingan Harga BBM Indonesia dengan Malaysia hingga Singapura

Dia menjelaskan penerimaan PNBP pada sektor migas ini, sangat bergantung pada harga minyak atau Indonesian Crude Price (ICP) dan sangat tergantung nilai tukar mata uang Indonesia terhadap dolar Amerika Serikat (USD).

"Hal ini sangat sensitif target migas dengan dua faktor itu. Apabila lemah Rupiahnya maka pendapatannya juga turun," ungkap dia.

Baca Juga: Sudah Turunkan 2 Kali, Menteri ESDM: Harga BBM RI Salah Satu Termurah di ASEAN

Kemudian, lanjut dia, setiap pelemahan USD1 terhadap Rupiah maka negara kehilangan pendapatan sekitar Rp3,5 triliun. Sedangkan perubahan nilai tukar setiap Rp100 akan berdampak sekitar Rp0,7 triliun kepada penerimaan negara.

"Jadi USD1 itu berdampak pada PNBP sekitar Rp3,5 triliun. Kemudian perubahan kurs Rp100 bisa memberi dampak sekitar Rp0,7 triliun ke penerimaan negara," tandas dia.

(dni)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini