Hampir Seperti 2007, Turis Asing ke RI Anjlok 45,5% di Maret Imbas Covid-19

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 04 Mei 2020 17:24 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 04 320 2209029 hampir-seperti-2007-turis-asing-ke-ri-anjlok-45-5-di-maret-imbas-covid-19-T7LAQlOLNT.jpg Bandara (Okezone)

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia selama Maret 2020 tercatat sebesar 470,9 ribu orang saja. Angka ini turun 45,5% dibandingkan bulan februari 2020 yang sebesar 885 ribu orang.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu juga, kunjungan wisman anjlok 64,11%. Hal ini imbas dari pandemi virus corona yang menghantui dunia.

 Baca juga: Meski Ada Corona, Turis Malaysia Paling Banyak Jalan-Jalan ke Indonesia

Sementara itu, jumlah kunjungan wisman ke Indonesia mencapai 2,61 juta kunjungan. Angka ini juga mengalami penurunan 30,62% dibandingkan dengan jumlah kunjungan wisman pada periode yang sama tahun 2019 yang berjumlah 3,76 juta kunjungan.

"Pada maret 2020, jumlah wisman turun drastis dan sekarang jumlah wisman hanya 470,9 ribu wisman," ujarnya dalam teleconfrence, Senin (4/5/2020).

Menurut pria yang kerap disapa Kecuk, penurunan ini hampir mirip dengan peristiwa 2007 yang lalu. Ketika itu, wisatawan mancanegara sudah menunjukan tanda-tanda penurunan sejak Februari.

 Baca juga: Turun 93,50%, Turis China yang Melancong ke Indonesia Hanya 11 Ribu

Pada tahun ini pun hampir serupa yang mana tanda-tanda penurunan wisatawan mancenegara sudah terjadi sejak Februari. Padahal pemerintah baru mengumumkan kasus pertama pasien virus corona pada Maret 2020.

"Kalau kita lacak historisnya, jumlah wisman ini hampir sama dengan posisi 2007. Jumlah wisman itu sudah menunjukkan penurunan tajam sejak Februari. meski pemerintah secara resmi umumkan pandemi Maret 2020, tapi bulan februari sudah terjadi penurunan wisman tajam," jelasnya.

Menurut Suhariyanto, penurunan terjadi di semua pintu masuk utama. Untuk jalur udara, Bandara I Gusti Ngurah Rai terjadi penurunan 56,50% (mtm) dan 64,72% (yoy). Kemudian di Bandara Soetta anjlok 59,83% (mtm) dan 75,42% (yoy).

Demikian juga dengan Bandara Kualanamu turun 48,66% (mtm) dan 65,10% (yoy). Secara keseluruhan, hanya 243,8 ribu wisman saja yang menggunakan transportasi udara

Sedangkan pada jalur laut terjadi penurunan di Pelabuhan Batam 54,27% (mtm) dan 74,74% (yoy). Pelabuhan Tanjung Uban turun 72,97% (mtm) dan 63,47% (yoy).

Serta Pelabuhan Tanjung Balai Karimun turun 51,33% (mtm) dan 67,02% (yoy). Secara keseluruhan, wisman yang melalui jalur laut ini hanya mencapai 107,4 ribu orang saja.

Sementara untuk transportasi darat, terjadi penurunan sebesar 43,80% (mtm) dan 41,82% (yoy) di Atambua. Kemudian untuk jalur Aruk juga terjadi penurunan sebesar 56,69% (mtm) dan 57,81% (yoy).

Sedangkan yang masuk lewat perbatasan Entikong yakni turun sebesar 52,07% (mtm) dan 64,79% (yoy). Secara keseluruhan, wisman yang masuk lewat jalur darat ada sebesar 119,8 ribu.

"Kalau kita lihat menurut bandaranya, penurunan wisman terjadi hampir di semua pintu utama,"" ucapnya.

Sedangkan, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel klasifikasi bintang di Indonesia pada Maret 2020 mencapai rata-rata 32,24% atau turun 20,64 poin dibandingkan dengan TPK Maret 2019 yang tercatat sebesar 52,88 persen. Selain itu, jika dibanding TPK Februari 2020, TPK hotel klasifikasi bintang pada Maret 2020 juga mengalami penurunan sebesar 16,98 poin.

Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel klasifikasi bintang selama Maret 2020 tercatat sebesar 1,83 hari, terjadi kenaikan sebesar 0,02 poin jika dibandingkan keadaan Maret 2019.

(rzy)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini