Harga BBM Belum Juga Turun, Simak Sederet Faktanya

Giri Hartomo, Jurnalis · Minggu 10 Mei 2020 08:17 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 07 320 2210686 harga-bbm-belum-juga-turun-simak-sederet-faktanya-5vTPfQHkBw.jpg Harga BBM. (Foto: Okezone.com/Shutterstok)

JAKARTA - Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di Indonesia dipastikan tidak akan alami penyesuaian harga dalam waktu dekat, meski parameter penghitung BBM menunjukan bahwa Premium dan lainnya sudah bisa diturunkan. Alih-alih menurunkan, pemerintah menilai harga BBM Indonesia termurah di ASEAN.

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) melalui Komisi VII pun sudah menanyakan hal ini langsung kepada Menteri ESDM Arifin Tasrif.

Okezone pun merangkum fakta menarik terkait harga BBM, Minggu (10/5/2020):

1. ESDM Pantau Perkembangan Harga Minyak

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus memonitor perkembangan situasi energi di tengah pandemi virus corona atau Covid-19. Di mana pada awal Maret, terjadi konflik minyak antara negara OPEC dan non OPEC sehingga menyebabkan indikasi oversupply yang kemudian memicu turunnya harga minyak dunia yang tajam di awal bulan maret 2020.

Kejadian ini bersamaan dengan adanya pandemic covid 19 yang mulai merebak sejak awal tahun 2020. Kemudian pada awal April 2020, telah terjadi perundingan OPEC+ terkait produksi minyak dunia kaitannya dengan pandemi covid 19 yang telah bersepakat untuk memotong produksi minyak dunia sebesar 9,7 juta barel per hari pada bulan Mei dan Juni 2020 dan tidak menutup kemungkinan bisa diperpanjang.

2. Kenapa BBM Belum Turun?

Pemerintah masih mencermati dan mengevaluasi terkait perkembangan harga minyak, termasuk rencana pemotongan produksi minyak OPEC+ mulai bulan depan.

"Pertimbangan lain yang dicermati bahwa kurs Rupiah juga melemah dan konsumsi BBM jauh menurun, bahkan di beberapa kota seperti Jakarta penurunan hingga 50%, Pemerintah memonitor perkembangan ini yang mana sebelumnya telah 2 kali dilakukan penurunan harga BBM JBU (pertamax cs) pada awal tahun 2020. Saat ini harga BBM Indonesia masih merupakan salah satu yang termurah di Asia Tenggara dan beberapa negara di dunia lainnya," ujar Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Agung Pribadi.

3. Benarkah Harga BBM Indonesia Termurah

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengklaim harga BBM di Indonesia merupakan satu yang termurah di antara negara-negara di Asia Tenggara dan beberapa negara di dunia.

Hal ini dapat dilihat dari harga Jenis BBM Umum (JBU) telah mengalami penurunan sebanyak 2 kali di tahun 2020 pada bulan Januari dan Februari, dengan tingkat penurunan yang cukup signifikan di bulan Januari pada kisaran Rp300 per liter – Rp1.750 per liter, dan bulan Februari pada kisaran Rp50 per liter – Rp300 per liter.

"Pada 5 Januari kami sudah turunkan harga. sebagai catatan sebelum diturunkan ini pun harga BBM kita tercatat paling murah di regional ASEAN. Kemudian pada Februari untuk RON 92, 95 dan 98 dilakukan penurunan karena sudah ada indikasi penurunan gasoline terkait crude," kata Arifin.

4. Dibanding Filipina, Harga BBM Indonesia Lebih Murah

Menteri ESDM membandingkan harga BBM di Indonesia dengan harga BBM di negara ASEAN lainnya. Menurut Arifin, Indonesia memiliki delapan jenis BBM, sementara di negara lain hanya empat hingga lima jenis BBM. Arifin mencontohkan, harga jual BBM sejenis Pertalite di Filipina mencapai Rp10.000 per liter, sementara di Laos Rp14.000 per liter. Sedangkan di Indonesia, Pertalite dijual Rp7.650 per liter.

"Porsi terbesar yang ditangung pemerintah adalah subsidi solar, bensin kemudian Pertalite meskipun tidak subsidi tapi melakukan sacrificing price karena kita bisa bandingkan dengan antara lain Filipina yang jual BBM sejenis Pertalite Rp10 ribuan, Laos Rp14 ribuan. ketiga ini 70% market share dari seluruh sales Pertamina," ujarnya.

5. Beban Badan Usaha

Sementara itu, volume penjualan BBM di Indonesia turun secara signifikan sekitar 26,4% pada bulan April dibandingkan kondisi sebelum pandemi Covid-19 yakni Januari - Februari 2020.

"Volume penjualan BBM di Indonesia turun secara signifikan sekitar 26,4% pada bulan April," ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini