Menko PMK Waspadai "Miskin Kagetan", Warga yang Jadi Miskin karena Covid-19

Taufik Fajar, Jurnalis · Jum'at 08 Mei 2020 17:42 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 08 320 2211195 menko-pmk-waspadai-miskin-kagetan-warga-yang-jadi-miskin-karena-covid-19-E9lhrJOAId.jpg Potret Kemiskinan di Indonesia. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy menyebutkan perlunya sensitif terhadap warga yang layak mendapatkan bantuan tetapi tidak terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) milik Kemensos.

"Mereka sudah ada di DTKS di bawah Kemensos dan selama ini sudah dapat bantuan reguler bahkan ada penambahan jumlah dan nilai, dan yang tak kalah penting adalah mereka yang tidak ada dalam DTKS," kata Muhadjir dalam telekonferensi, Jumat (8/5/2020).

"Mereka adalah penduduk kita yang sebelumnya tidak miskin, namun sekarang jatuh miskin akibat covid. Atau yang saya sebut miskin kagetan," tambah dia.

Baca Juga: Pengangguran dan Kemiskinan di Depan Mata

Untuk itu, terkait data ini, dia meminta dilakukan pemuktahiran. Data-data calon penerima bantuan ini juga, kata dia, harus diverifikasi dengan baik.

"Ini perlu ada pencarian data dan verifikasi data kemudian baru dipastikan mereka perlu dapat bantuan. Sesuai arahan presiden diperhatikan betul kelompok masyarakat yang mendadak menjadi miskin ini," sebut dia.

Dia melanjutkan, untuk sektor kesehatan saat ini sudah berada dalam track yang benar dan sudah terlihat dalam kondisi covid-19 terkini.

"Karena itu perhatian Kemenko PMK lebih perhatikan sektor biru, yakni jaring pengaman sosial. Karena begitu ada PSBB di DKI dan lain-laoin, tidak mungkin tidak disusul dengan pemberian bansos kepada mereka yang sangat membutuhkan," sebut dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini