Petani Kopi di Malang Rugi Puluhan Juta Imbas Pandemi Covid-19

Avirista Midaada, Jurnalis · Minggu 10 Mei 2020 20:06 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 10 320 2211817 petani-kopi-di-malang-rugi-puluhan-juta-imbas-pandemi-covid-19-9S13fcAEGT.jpg Ilustrasi Kopi (Foto: Okezone.com)

MALANG - Imbas merebaknya Covid-19 membuat sejumlah sektor terdampak, tak terkecuali sektor pertanian dan perdagangan bahan baku kopi.

Seorang produsen kopi bernama Girun menyebut adanya pandemi corona membuatnya harus merugi hingga puluhan juta rupiah akibat tak bisa menjual produk kopinya.

"Sejak ada corona ini berhenti total produksinya tidak ada yang pesan lagi biji dan bubuk kopinya," ujar Girun kepada okezone, Jumat (8/5/2020).

Baca Juga: Mentan Janji Akan Bawa Kopi Sumut ke 11 Negara

Pada kondisi normal pria asal Karangploso, Kabupaten Malang ini bisa menyuplai biji dan bubuk kopi ke sejumlah wilayah seperti di Jakarta dan Malang dengan pendapatan kotor sepekan Rp2,5 juta.

"Kalau kondisi normal biasanya seminggu dapat Rp2,5 juta sekarang sama sekali tidak ada. Dijual per kilogram Rp100 Ribu untuk arabika dan robusta Rp60 ribu untuk biji kopinya. Sedangkan untuk bubuk arabika dijual Rp250 ribu per kilogram, sedangkan untuk bubuk robusta dijual Rp175 ribu," terang produsen kopi berlabel KopiLa ini.

Baca Juga: RI Jadi Eksportir Terbesar, Begini Caranya Petik Buah Kopi

Dengan estimasi tersebut lanjut Girun, dirinya mengalami kerugian hampir Rp32 juta karena bahan baku biji dan bubuk kopinya yang melimpah tapi tak ada pemesanan.

"Bahan bakinya banyak dan melimpah. Ya terpaksa kita konsumsi sendiri sama diberikan ke tetangga yang mau. Daripada kalau disimpan terus malah rusak bahan bakunya," bebernya.

Guna menutupi kerugiannya, Girun yang juga seorang petani ini mengalihkan produksi lahan kopi miliknya ke sawi dan labu siam.

"Saya alihkan ke pertanian labu siam dan sawi supaya tidak semakin rugi. Alhamdulillah untuk labu siamnya mulai panen sehari ada 10 kilogram, dengan per kilogramnya dijual Rp7.000 ke Pasar Karangploso," jelasnya.

Girun pun berharap ada insentif bantuan dari pemerintah melalui dinas terkait, kepada pelaku pertanian kecil seperti dirinya, supaya tetap bisa hidup di tengah pandemi corona.

"Sejauh ini belum ada bantuan apapun ke petani seperti saya. Semoga ada bantuan minimal untuk meringankan modal tanam," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini