Mentan Janji Akan Bawa Kopi Sumut ke 11 Negara

Wahyudi Aulia Siregar, Jurnalis · Jum'at 21 Februari 2020 13:22 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 21 320 2172002 mentan-janji-akan-bawa-kopi-sumut-ke-11-negara-sr65KEc3pg.jpg Kopi (reuters)

MEDAN - Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo berjanji akan mempromosikan kopi asal Sumatera Utara ke 11 negara yang akan dilawatnya. Ini untuk semakin membuka lebar akses pasar kopi Sumatera Utara ke pasar dunia.

"Saya sudah melihat langsung peluang kopi kita sangat besar di pasar dunia. Terakhir dalam lawatan ke Jerman. Ke depan, saya akan bawa juga kopi Sumut dalam acara satu hari minum kopi gratis di 11 negara. Untuk tingkatkan volume ekspor dan memperluas akses pasar, kita lakukan diplomasi 'minum kopi' ini," sebut Mentan saat melepas ekspor 28 komoditas pertanian sekaligus senilai Rp79,6 miliar ke 28 negara di Kawasan Industri Medan (KIM) IV, Medan.

 Baca juga: Terinspirasi dari Kolombia, Bos Bulog Perkenalkan Kopi 'Ganja'

Mentan menyebutkan, komoditi kopi Sumatera Utara menjadi satu dari 28 ragam komoditi pertanian yang telah mendapatkan sertifikasi ekspor dari Balai Karantina Pertanian Bahkan kopi menjadi komoditi dengan nilai terbesar, mencapai Rp21,3 miliar ke 9 negara tujuan, di antaranya Jerman, Amerika Serikat, Kanada, Singapura dan Korea Selatan.

"Adapun 28 ragam komoditas yang terdiri dari sub sektor perkebunan, hortikultura, peternakan, tanaman pangan dan juga komoditas kehutanan. Terbesar berupa biji kopi sebanyak 290,7 ton senilai Rp21,3 miliar ke 9 negara," terangnya.

Baca juga: Go International, Kopi Blawan RI Dibanderol Rp443.000/Kg di Jerman

Sebelumnya, Mentan mengapresiasi kinerja ekspor pertanian asal Provinsi Sumatera Utara. Apresiasi itu ditunjukkan dengan hadir langsung melepas ekspor 28 komoditas pertanian sekaligus ke 28 negara tujuan. Nilai ekspor komoditi itu mencapai Rp79,6 miliar.

"Saya turut bangga atas pembangunan pertanian di Sumut. Berdasarkan catatan sertifikasi ekspor dari Karantina Pertanian terjadi peningkatan signifikan di tahun 2019 sebesar 23,7% dibanding tahun sebelumnya," kata Mentan.

Menurut Mentan, pad tahun 2018 ekspor komoditas dari Sumut mencapai nilai Rp 26,6 triliun dan meningkat pada 2019 dengan nilai mencapai Rp. 32,2 triliun.

Baca juga: Tren Ngopi-Ngopi, Kementan Ingkatkan Agar Hindari Dicampur Gula

"Ini menjadi indikator pembangunan pertanian di Sumut sudah 'on the track', pertanian berbasis kawasan berorientasi ekspor,"tambahnya.

Sementara itu Kepala Badan Karantina Pertanian, Ali Jamil menyebutkan bahwa sesuai peran sebagai otoritas karantina, pihaknya memastikan seluruh produk pertanian yang diekspor sehat, aman dan memiliki daya saing di pasar global.

Pihaknya, dengan peran sebagai fasilitator perdagangan melakukan serangkaian tindakan karantina untuk memastikan komoditas pertanian ekspor Sumut memenuhi persyaratan teknis internasional atau Sanitary and Phyosanitary (SPS) Measures.

Jamil juga menyebutkan bahwa 3 (tiga) unit kerjanya beroperasi di provinsi Sumut masing-masing adalah Karantina Pertanian Belawan, Medan dan Tanjung Balai Asahan.

"Sesuai arahan Mentan untuk mendorong ekspor, pihaknya selain memperkuat sistem penyelenggaraan perkarantinaan juga menyiapkan terobosan dan inovasi layanan ekspor. Penggunaan teknologi informasi, penguatan sinergisitas serta diplomasi pertanian menjadi bagian yang tidak terpisahkan guna mencapai target nilai ekspor tiga kali lipat,"papar Jamil.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini