Dampak Covid-19 ke Perekonomian Tak Berkepanjangan jika Terapkan Lockdown

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 11 Mei 2020 08:14 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 11 320 2212038 dampak-covid-19-ke-perekonomian-tak-berkepanjangan-jika-terapkan-lockdown-IZ99ZysKzD.jpeg Waspada Virus Corona. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA – Pengamat Ekonomi Bank Permata Josua Pardede berpendapat sudah saatnya pemerintah Indonesia menerapkan kebijakan yang lebih ketat. Mengingat pertumbuhan kasus covid-19 terus bertambah bahkan sempat tembus angka 533 kasus.

“Dengan masih tingginya angka penambahan covid-19 serta angka Pasien Dalam Pengawasan (PDP), pemerintah membutuhkan kebijakan ekstra ketat apabila pemerintah berharap flattening curve dari kasus COVID-19 di Indonesia pada bulan Mei,” kata dia kepada Okezone, Senin (11/5/2020).

Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi Tak Sesuai Ekspektasi BI, Ini Sebabnya

Josua mengatakan, bila diberlakukan lockdown, aktivitas ekonomi memang akan cenderung lumpuh lebih parah dibandingkan dengan periode sebelumnya. Namun apabila diimplementasikan secara efisien, dampak perekonomiannya cenderung terbatas.

“Dampak ekonominya terbatas hingga 1-2 kuartal saja, sehingga perlambatan ekonomi tidak terjadi secara berkelanjutan,” kata dia.

Baca Juga: Tumbuh 2,97%, Presiden Jokowi: Ekonomi RI Relatif Baik Dibandingkan Negara Lain

Namun, Josua mengingatkan, setelah menerapkan lockdown pemerintah sebaiknya tidak membuka kegiatan secara penuh. Harus dilakukan bertahap, lanjut dia, agar tidak ada lagi gelombang kasus covid-19.

“Pemerintah juga seharusnya belum membuka secara penuh, dan secara perlahan membuka perekonomian agar second wave tidak terjadi secara signifikan,” tuturnya.

(kmj.-)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini