Lawan Covid-19, Bappenas: Hanya 33% Puskesmas Penuhi Syarat Layanan Kesehatan

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 12 Mei 2020 12:46 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 05 12 320 2212835 lawan-covid-19-bappenas-hanya-33-puskesmas-penuhi-syarat-layanan-kesehatan-aPZY0dHc0P.jpg Covid-19 (Foto: Ilustrasi Okezone)

JAKARTA - Pemerintah memastikan reformasi sistem kesehatan nasional menjadi salah satu bagian dari Rancangan Kerja Pemerintah (RKP) di tahun 2021. Adapun fokus RKP kali ini akan diarahkan untuk pemulihan sosial ekonomi guna mengejar target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) untuk periode 2020-2024.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Suharso Monoarfa menyebut fasilitas kesehatan yang memadai sangat penting dalam menghadapi situasi perang melawan corona ini. Oleh karena itu, dirinya meminta kepada seluruh kepala daerah untuk menyiapkan fasilitas kesehatan dengan baik.

Baca Juga: Covid-19 Menyerang, Investasi Properti Asia Pasifik Turun 26% pada Kuartal I-2020

Termasuk juga fasilitas kesehatan yang ada di pedesaan seperti Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas). Sebab, selama ini yang difokuskan adalah rumah sakit atau fasilitas kesehatan atau klinik dengan layanan dan infrastruktur yang lebih baik

"Titipan saya ke Bappeda di seluruh Indonesia, tolong diperhatikan dengan baik Puskesmas. Puskesmas ujung tombak pelayanan kesehatan yang utamanya melakukan promotif dan kecukupan pemenuhan atas tenaga kesehatan harus diperhatikan," ujarnya dalam telekonferensi, Selasa (12/5/2020).

Bukannya tanpa alasan mengapa dirinya meminta kepada daerah untuk membenahi fasilitas kesehatan. Mengingat, hanya ada sekitar 33% Puskesmas yang memenuhi syarat dari seluruh Puskesmas ada di Indonesia.

"Ini pekerjaan rumah bersama, utamanya untuk Ketua Bappeda di Indonesia untuk hitung kembali," kata Suharso

Baca Juga: Korban PHK Daftar Kartu Pra-Kerja Bisa Dapat Pekerjaan Baru? Ini Kata Pengusaha

Selain itu, dirinya juga meminta kepada seluruh daerah untuk mengelola keuangan dengan baik. Karena menurutnya, banyak alat-alat kesehatan di Puskesmas yang senantiasa dibeli melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) meskipun tidak terlalu dibutuhkan.

"Kadang alat kesehatan tidak dibutuhkan, tapi mungkin didorong sedemikian rupa sehingga dibeli. Jadi untuk penguatan promotif dan preventif penting sekali dari sistem kesehatan kita dalam hal ini Puskesmas," kata Suharso.

(dni)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini