Fakta Bansos, Rawan Dicurangi hingga Ada Warga Miskin yang Belum Dapat

Taufik Fajar, Jurnalis · Sabtu 16 Mei 2020 07:14 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 15 320 2214405 fakta-bansos-rawan-dicurangi-hingga-ada-warga-miskin-yang-belum-dapat-AF1E0BLLhu.jpg Uang Rupiah. Foto: Ilustrasi Shutterstock

JAKARTA – Pemerintah terus memantau penyaluran bantuan sosial (bansos), baik bansos sembako maupun tunai. Presiden sudah menginstruksikan penyaluran bansos agar semakin cepat, transparan dan tepat sasaran.

Penyaluran bansos salah satu jaring pengamanan sosial yang disiapkan pemerintah untuk meminimalisir dampak dari Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Pemerintah telah menyiapkan tambahan anggaran Rp110 triliun untuk kebutuhan jaring pengaman sosial (social safety net) dalam APBN 2020 dalam upaya membantu masyarakat yang terdampak dari pendemi virus corona.

Berikut fakta menarik soal bansos seperti dirangkum Okezone:

Baca Juga: Presiden Jokowi Akui Data Penerima Bansos Masih Bermasalah

1.Rawan Dicurangi

Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi berusaha agar bantuan langsung tunai (BLT) dana desa tepat sasaran. Artinya, BLT dengan nilai Rp600.000 per bulan yang akan diberikan selama tiga bulan ini diterima mereka yang belum masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kementerian Sosial.

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar mengatakan pihaknya sempat khawatirkan adanya kesengajaan tak mendata warga sebagai dampak pemilihan kepala desa serentak di tahun 2019 lalu.

"Ditambah lagi tahun 2019 banyak sekali Pilkdes serentak, kita sudah bayangkan terjadi kritalisasi di desa. Pendataan di desa itu pasti ada yang didata karena mendukung dan dihilangkan karena tidak dukung kepala desa, itu sudah pasti," katanya.

Olehnya, dalam rapat yang juga diikuti oleh Pejabat Eselon I di lingkup Kemendes PDTT itu, dia menggaransi jika pendataan yang dilakukan objektif.

 Rupiah Melemah Pagi Ini ke Rp15.525/USD  

2.Yang Belum Dapat Lapor

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar masyarakat yang kurang mampu belum dapat bantuan sosial (bansos) segera melapor ke pengurus RT/RW setempat.

Bila warga kurang mampu telah melapor ke RT/RW setempat, nantinya nama mereka akan diusulkan untuk mendapatkan bansos karena pemerintah telah menyiapkan cadangan.

"Melapor kembali pada RT/RW, sehingga bisa disusulkan karena masih ada cadangan bagi yang belum mendapatkan," kata Jokowi.

Jokowi mengakui masih ada permasalahan data penerima bansos). "Memang ada satu, dua, tiga (masalah) yang berkaitan dengan data masih belum bisa diperbaiki, tapi saya kira pada tahap kedua bulan depan Insya Allah akan lebih baik lagi," katanya.

Selain itu, Jokowi juga mengakui penyaluran bansos belum 100% rampung. Misalnya saja masyarakat baru 10% yang menerima BLT desa. Oleh karenanya, Jokowi meminta hal tersebut segera diselesaikan karena rakyat sangat menunggu.

3. Realisasi per Mei

Pemerintah telah menyalurkan Bantuan Presiden (Banpres) berupa paket sembako yang ditujukan untuk membantu kebutuhan pokok selama masa darurat dan mengantisipasi agar tidak mudik. Penerima bantuan adalah keluarga miskin dan rentan yang terkena dampak ekonomi akibat Covid-19.

Berdasarkan materi penjelasan Menko PMK, hingga 5 Mei 2020 Banpres sudah disalurkan kepada 955.312 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Banpres sudah disalurkan per 20 April 2020 dan distribusi tahap I telah selesai 100% per tanggal 5 Mei 2020.

Dalam hal distribusi ke penduduk dilakukan oleh PT Pos dan PT Pasar Tani bekerjasama dengan RT/RW setempat. Namun dengan berlakunya PSBB di DKI pada tanggal 9 April 2020, maka untuk menunggu kesiapan paket banpres, pemerintah pusat juga telah menyalurkan paket sembako senilai Rp300 ribu dan bahkan membuat dapur umum.

Rupiah Menguat Tipis Pagi Ini ke Rp16.445 per USD

4. Perlu Data Akurat

Direktur Riset Core Indonesia Piter Abdullah mengatakan, pemerintah butuh data akurat agar bansos tersebut tepat sasaran. Menurutnya ini bisa dijadikan momentum untuk memperbaiki data kependudukan.

“Tanpa didukung data yang akurat, pilihannya adalah bansos disalurkan menunggu data lengkap sehingga tepat sasaran dan bisa di monitor sehingga lebih aman dari korupsi. Tapi disisi lain menjadi terlambat,” kata dia kepada Okezone.

Menurutnya, penyaluran bansos dengan cepat dengan data yang tidak akurat akan rawan penyalahgunaan. Minimal, kata dia, pemerintah bisa menggunakan data RT dan RW untuk memastikan penyaluran bansos tepat sasaran.

“Kalau kita ingin cepat, dengan data yang belum sempurna. Jangan berharap sepenuhnya tepat dan rawan penyalahgunaan. Saya kira pemerintah bisa menggunakan data secara berjenjang dari RT/RW hingga kelurahan,” tukasnya.

Baca juga: Tersedia Rp2,3 Triliun Dana Desa bagi Masyarakat Terdampak Covid-19 di Jatim 

5. Ada Janda Miskin Belum Terima Bansos

Pembagian Bantuan Sosial (Bansos) bagi warga yang terdampak pandemi Covid-19, di Desa Sewaka, Kecamatan Pemalang, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah dikeluhkan oleh warga miskin yang tidak menerima bantuan tersebut.

Pasalnya, Bansos berupa Bantuan Sosial Tunai atau BST sebesar Rp600.000 bulan selama tiga bulan ke depan dari Kementerian Sosial (Kemensos) tersebut justru dinikmati oleh sebagian warga yang tergolong mampu.

Taslimah (68) salah seorang warga RT 1/7, Dusun Cengis, Desa Sewaka mengatakan, dirinya tidak mendapatkan bantuan. Padahal, ia hanya seorang janda yang mengandalkan hidupnya dari jualan krupuk keliling.

Ia berharap kepada pemerintah baik pusat maupun daerah untuk lebih teliti lagi dalam memberikan bantuan kepada warganya.

6. Masih Banyak Warga Miskin Belum Terima Bansos, Kenapa?

Kepala Desa Sewaka Almakiyah saat dikonfirmasi menyatakan, bahwa ada 1.668 Kepala keluarga yang nantinya akan mendapatkan bantuan, baik dari Kemensos, Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Kabupaten.

"Untuk bantuan Kemensos tahap satu ada 88 KK dan baru cair 8 KK, sementara gelombang dua jumlahnya 296 KK yang sudah dicairkan hari Sabtu kemarin," jelasnya, Senin (11/5/2020).

Dia meminta, kepada warganya yang belum mendapatkan bantuan agar bisa bersabar. Pasalnya, memang belum semua bantuan turun.

"Bagi warga yang belum dapat mohon bersabar karena memang belum ada pembagian atau pencairan dari provinsi dan kabupaten maupun sembako perluasan," pungkasnya.

1
3
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini