JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat angka ekspor April 2020 mencapai USD12,19 miliar. Angka ini mengalami penurunan sebesar 13,33% dibandingkan Maret 2020 yang sebesar USD14,07 miliar (month to month/mtm).
Sementara jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu juga mengalami penurunan sebesar 7,02% (year on ear/yoy). Sebab angka ekspor pada April 2019 mencapai USD13,11 miliar.
Baca Juga: Ekspor Buah hingga Sarang Burung Walet Meningkat
Kepala BPS Suhariyanto mengatakan turunnya angka ekspor disebabkan oleh turunnya angka ekspor migas dan non migas. Untuk ekspor migas mencatatkan penurunan sebesar 6,55% dari USD650 juta menjadi USD610 juta (month to month).
Sementara untuk ekspor migas jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu turun 17,70%. Sebab pada April 2019 ekspor migas mencapai USD740 juta.

Ekspor non migas justru jatuh lebih dalam lagi, sebab jika dibandingkan Maret 2020 anjlok 13,66% dari USD l13,41 miliar menjadi USD11,58 miliar (MtM). Sedangkan jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu turun tipis yakni sebesar 6,38%.
“Kalau kita lihat penyebabnya ekspor migas kita turun 6,55% dan ekspor non migas kita juga turun 13,66%,” ujarnya dalam telekonferensi, Jumat (15/5/2020).
Baca Juga: Sempat Goncang, Ekspor RI ke Korsel Mulai Pulih
Menurut Kecuk, penurunan ekspor migas ini disebabkan adanya penurunan harga minyak mentah dunia. Selain itu, pada April 2020 juga tidak ada ekspor minyak mentah.
“Khusus untuk migas ini catatannya pada April 2020 tidak ada ekspor minyak mentah, sementara nilai hasil minyaknya volumenya naik 20,4%. Tapi karena harga minyak yang turun tajam itu yang menyebabkan turun 1,81%,” jelasnya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.