Karyawan Positif Corona, Tambang Freeport Tetap Beroperasi

Giri Hartomo, Jurnalis · Jum'at 15 Mei 2020 19:50 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 15 320 2214752 karyawan-positif-corona-tambang-freeport-tetap-beroperasi-196ggKe3Nk.jpg Tambang Freeport. (Foto: Okezone.com/Reuters)

JAKARTA - Operasional PT Freeport Indonesia dipastikan tetap berjalan. Meskipun daerah Mimika, Papua ditetapkan sebagai zona merah usai puluhan karyawan Freeport Indonesia dinyatakan positif corona.

Direktur Utama PT Indonesia Asahan Aluminium Orias Petrus Moedak mengatakan, operasional perusahaan tetap berjalan seperti biasa. Meskipun ada penutupan akses pada keluar masuk menuju pertambangan di dataran tinggi Tembagapura.

Lagipula lanjut Orias, PTFI sudah menjalankan prosedur kesehatan yang ditetapkan pemerintah guna menghindari penyebaran virus corona. Apalagi dirinya juga mengaku belum menerima surat resmi dari pemerintah daerah (pemda) dan DPRD Mimika terkait penutupan operasional tambang tersebut.

Baca Juga: Ketua MPR: Freeport Harus Beri Kesejahteraan Rakyat Papua

"Kalau yang diminta Pak Bupati menutup akses tidak masalah, kalau sekedar menutup akses. Kalau menghentikan itu pilihan yang menurut kami tidak ada karena tindakan yang diambil menurut kami sudah memenuhi prosedur terbaik yang dilakukan," ujarnya dalam teleconfrence, Jumat (15/5/2020).

Saat ini lanjut Orias, operasional tambang PTFI semakin membaik meskipun ada pandemi virus corona. Hal tersebut dibuktikan dengan produksi tambang tembaga dan emas pada akhir kuartal pertama lalu melampaui target yang ditetapkan.

Baca Juga: Akhirnya Lokasi Smelter Freeport di Gresik Sudah Diputuskan

"Hasilnya sedikit di atas target operasional. Kami setiap kuartal itu ada target operasionalnya. Jadi di atas sedikit, di atasnya tidak lebih dari 1 persen tapi itu sudah sangat baik di tengah kondisi saat ini," jelasnya.

Sebelumnya, Presiden Direktur Freeport Indonesia Tony Wenas menuturkan sistem perlindungan kesehatan bagi 25 ribu pekerja di Freeport terus ditingkatkan. Salah satunya dengan menambah kapasitas pemeriksaan virus corona melalui 50 ribu alat rapid test dan Polymerase Chain Reaction (PCR).

Lalu, perusahaan juga menambah jumlah tenaga medis, ruang medis, dan akomodasi isolasi di RS Tembagapura serta alat bantu pernapasan atau ventilator. Tony juga memastikan pemeriksaan suhu tubuh pekerja, penerapan jarak fisik, pembatasan perjalanan, peningkatan upaya sanitasi, dan larangan pertemuan dalam jumlah besar tetap berlangsung.

Selain itu, perusahaan juga menggalang kerja sama dengan International SOS untuk penanganan lebih lanjut. Tujuannya, agar mitigasi, deteksi, identifikasi, dan isolasi bisa dilakukan dengan cepat dan efektif.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini