Akhirnya Lokasi Smelter Freeport di Gresik Sudah Diputuskan

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 19 Februari 2020 16:47 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 02 19 320 2170976 akhirnya-lokasi-smelter-freeport-di-gresik-sudah-diputuskan-Oy0IFFaSho.jpg Pekerja Freeport (Foto: Reuters)

JAKARTA - PT Freeport Indonesia (PTFI) sudah menetapkan lokasi pembangunan pabrik pemurnian atau smelter yang akan dilakukan di Gresik. Semula, ada dua pilihan lokasi untuk pembangunan pabrik pemurnian oleh PTFI yakni di wilayah pabrik Petrokimia Gresik dan JIPE, Manyar, Gresik

Presiden Direktur PTFI Tony Wenas mengatakan, proses penetapan titik lokasi pembangunan smelter ini sudah berdasarkan studi kelaikan yang dilakukan perusahaan. Perusahaan menilai pembangunan smelter di JIPE lebih menguntungkan, memungkinkan dan juga efisien.

Baca Juga: Erick Thohir Angkat Putra Papua Claus Wamafma Jadi Direktur Freeport

"Awalnya memang ada dua pilihan, mau di JIPE atau di petrokem. Lalu, kami sewa dua duanya, kami lakukan kajian mana yang lebih cepat untuk membangun smleter paling besar di dunia. Lalu kami putuskan di JIPE. Kita terminasi kontrak kita dengan petrokem," ujarnya saat ditemui di Gedung DPR-RI, Jakarta, Rabu (19/2/2020).

Rencananya, pembangunan smelter ini akan dilakukan pada Agustus 2020 mendatang. Adapun total dana yang akan digelontorkan oleh perseroan adalah sebesar USD600 juta.

Sebenarnya lanjut Tony, untuk pembangunan smelter perusahaan membutuhkan dana sekitar USD3 miliar dolar untuk keseluruhan konstruksi pembangunan smelter ini. Namun dari kebutuhan dana tersebut sebanyak USD2,8 miliar dolar akan didapatkan perusahaan dari pinjaman bank.

Baca Juga: Freeport Sudah Keluarkan Rp2 Triliun untuk Smelter di Gresik

Hanya saja dirinya tidak menyebutkan dari mana pinjaman yang didapatkan perusahaan. Namun yang jelas ada beberapa bank yang sudah menyampaikan minatnya untuk memberikan pinjaman untuk pembangunan pabrik.

Wajar saja, pabrik permurnian milik Freeport Indonesia ini nantinya akan berkapasitas 2 juta ton konsentrat dan akan menghasilkan sekitar 500 hingga 600 ribu ton katoda tembaga. Selain itu, pabrik pemurnian tersebut juga akan menghasilkan 40 ton emas per tahun.

"Kita harap segera, karena kan kita mulai keluar uang tuh tahun ini. We need the money," ucapnya.

(kmj)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini