Fakta Menarik Pencarian THR PNS, Tanpa Dipotong dan Bisa Setelah Lebaran

Taufik Fajar, Jurnalis · Sabtu 16 Mei 2020 12:24 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 16 320 2215007 fakta-menarik-pencarian-thr-pns-tanpa-dipotong-dan-bisa-setelah-lebaran-KMr9NqU2ZD.jpg THR Wajib Diberikan Sesuai Amanat UU. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Pemerintah telah menganggarkan Rp29,3 triliun untuk Tunjangan Hari Raya (THR) Aparatur Sipil Negara (ASN)/PNS. Pencairan THR PNS dilakukan paling cepat H-10 Lebaran.

H-10 Lebaran ini jatuh pada Jumat 15 Mei 2020. Dengan demikian, PNS yang berhak sudah menerima THR.

THR Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI, Polri sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) nomor 24 tahun 2020 yang mengatur tentang pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI, Polri dan Pensiunan. PP itu sendiri ditandatangani langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Berikut fakta-fakta soal THR PNS seperti dirangkum Okezone, Jakarta, Sabtu (16/5/2020).

1. THR PNS Tidak Dipotong

Sekretaris Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Dwi Wahyu Atmaji mengatakan, pencairan THR ini dilarang untuk dipotong untuk kebutuhan apapun. Ketentuan ini berlaku untuk seluruh instansi baik di pusat maupun di daerah.

"(THR) untuk ASN, TNI, Polri dan Pensiunan enggak boleh dipotong," ujarnya saat dihubungi Okezone.

Dwi juga memastikan seluruh instansi akan tetap mencairkan THR tanpa terkecuali. Hanya saja mengenai waktunnya tergantung dari kebijakan instansi masing-masing.

2. THR PNS Bisa Cair Setelah Lebaran

Pencairan THR PNS akan dilakukan paling cepat pada H-10 Lebaran. Hal tersebut tertuang dalam pasal 15 ayat 1 pada Peraturan Pemerintah (PP) nomor 24 tahun 2020. Namun, dalam dalam pasal 15 ayat 2, THR bisa saja dibayarkan setelah tanggal Hari Raya.

3. Anggaran THR PNS dan Pensiunan Rp29,3 Triliun

Pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp29,382 triliun untuk pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI, Polri dan Pensiunan.

Adapun rinciannya adalah Rp6,77 triliun untuk ASN pusat, Polri dan TNI lalu Rp13,98 triliun untuk ASN di daerah dan terakhir Rp8,707 triliun untuk pensiunan.

4. Tak Semua PNS Dapat THR

Mengutip dari aturan tersebut, diatur siapa saja yang tidak mendapatkan THR. Ketentuan itu tertuang dalam pasal 5 dari PP 24 tahun 2020 tersebut.

Yang pertama yang tidak mendapatkan THR pada Lebaran tahun ini adalah pejabat negara yang kecuali hakim kecuali hakim dalam jabatan hakim madya muda ke bawah atau hakim dengan pangkat kolonel ke bawah di lingkungan Mahkamah Agung dan badan peradilan yang berada di bawahnya. Kemudian Wakil Menteri juga tidak mendapatkan THR pada tahun ini.

Setelah itu, ada PNS, Prajurit TNI, dan Anggota POLRI dalam jabatan pimpinan tinggi atau dalam jabatan setara jabatan pimpinan tinggi. Selanjutnya ada PNS, Prajurit TNI, dan Anggota POLRI dalam jabatan fungsional ahli utama atau dalam jabatan setara jabatan fungsional ahli utama.

Kemudian ada Dewan Pengawas BLU dan LPP yang juga tidak akan mendapatkan THR. Lalu ada Staf Khusus di lingkungan Kementerian, Hakim Adhoc, Serta Dewan Perwakilan Rakyat maupun Daerah yang juga tidak mendapatkan THR.

 5. Besaran THR PNS dan CPNS

Disebutkan bahwa THR yang diberikan untuk PNS atau ASN yaitu sebesar penghasilan 1 bulan pada 2 bulan sebelum bulan Hari Raya. Besaran THR terdiri dari beberapa komponen yakni gaji pokok, tunjangan keluarga; dan tunjangan jabatan atau tunjangan umum.

Sementara komponen THR bagi pensiunan PNS terdiri dari pensiun pokok, tunjangan keluarga, dan/atau tunjangan tambahan penghasilan. Lalu, dalam pasal 11 PP tersebut, pemerintah juga memberikan ketentuan besaran THR bagi Calon PNS (CPNS)

"Penghasilan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 ayat (1) diberikan bagi Calon PNS, paling banyak meliputi: a. 80% dari gaji pokok PNS; b. tunjangan keluarga; dan c. tunjangan jabatan atau tunjangan umum," bunyi pasal tersebut seperti dikutip Okezone.

6. Curhat PNS Terima THR

Salah seorang PNS dari Kementerian Hukum dan HAM Miftah Arhdian mengatakan, dirinya sudah menerima pencairan THR mulai hari ini. Meskipun jumlah yang diterima berbeda dengan tahun sebelumnya.

Pada tahun sebelumnya, komponen yang ada dalam THR adalah gaji pokok, tunjangan dan tunjangan kinerja. Namun pada tahun ini, komponen tunjangan kinerja ditiadakan.

“Sudah cair. Tapi beda dari tahun lalu. Tahun ini komponem THR hanya gaji pokok dan tujangan aja. Tidak termasuk tunjangan kinerja," ujarnya saat dihubungi Okezone.

Sementara itu, PNS dari Kejakasaan Agung Henri Tatan Sunandar juga mengaku sudah menerima THR. Menurutnya, THR yang diterima ini sudah sesuai dengan apa yang diberitakan sebelumnya.

"Saya PNS Kejaksaan Agung tapi di Kejaksaan Negeri. Alhamdulillah sudah cair dan alhamdulillah sesuai yang diberitakan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani," ucapnya.

1
3
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini