PLN-SMI Garap 3 Proyek Pembangkit Listrik Tahun Ini

Taufik Fajar, Jurnalis · Sabtu 16 Mei 2020 19:08 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 05 16 320 2215057 pln-smi-garap-3-proyek-pembangkit-listrik-tahun-ini-1RTgoeCKc9.jpg MoU PLN dengan SMI untuk Kembangkan Energi Terbarukan Indonesia. (Foto: Okezone.com/PLN)

JAKARTA - PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) dengan PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) akan membangun tiga pembangkit listrik tahun ini. Proyek ini sebagai pilot project dari kerjasama dua BUMN dalam rangka mengembangkan Energi Baru dan Terbarukan (EBT) berbasis platform SDG Indonesia One.

Direktur Keuangan PLN, Sinthya Roesly mengatakan, sebagai pilot project kerjasama PLN dan PT SMI, direncanakan terdapat tiga proyek yang akan dieksekusi pada 2020, yakni Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi, Pembangkit Listrik Tenaga Air dan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu.

Baca Juga: Kementerian ESDM Fokuskan Program Padat Karya seperti PLTS Atap Kantor hingga PJU

"Selain itu, terdapat pula proyek-proyek EBT lain yang akan dikerjasamakan oleh kedua belah pihak di tahun-tahun yang akan datang," ujarnya, dalam keterangannya, Sabtu (16/5/2020).

Dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) Tahun 2019-2028, rencana penambahan kapasitas pembangkit EBT sebesar 16.765 GW. Dari jumlah tersebut, PLN akan mengerjakan sebesar 3.459 MW.

Baca Juga: 16,8% Listrik Indonesia Dihasilkan dari Panas Bumi pada 2025

Kemudian dengan kerjasama PLN dan PT SMI direncanakan akan dibangun pembangkit EBT sebesar 1.403 MW, terdiri atas PLTA sebesar 904 MW, PLTP sebesar 360 MW, PLTB sebesar 100 MW, PLTM sebesar 38,2 MW dan PLTS sebesar 1,3 MW.

Mayoritas kapasitas atau sebesar 55,5% pembangkit EBT akan dibangun di wilayah Indonesia Timur dengan kapasitas mencapai 783 MW yang sangat kaya dengan potensi EBT, dengan rincian di wilayah Maluku Papua sebesar 111 MW, Nusa Tenggara sebesar 25 MW, Kalimantan sebesar 496 MW dan Sulawesi sebesar 146 MW.

Total nilai pembangunan proyek pembangkit EBT tersebut diperkirakan sebesar USD4,29 milyar atau sekitar Rp64,35 triliun.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini