CEO Twitter Jack Dorsey Sumbangkan Rp14,8 Triliun untuk Atasi Pandemi Covid-19

Wilda Fajriah, Jurnalis · Senin 18 Mei 2020 13:08 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 05 18 320 2215832 ceo-twitter-jack-dorsey-sumbangkan-rp14-8-triliun-untuk-atasi-pandemi-covid-19-YJb9WGB47m.jpg CEO Twitter Jack Dorsey (Foto: AP)

JAKARTA - CEO Twitter Jack Dorsey mengumumkan bulan lalu bahwa dia menyumbangkan USD1 miliar atau sekira Rp14,8 triliun (kurs Rp14.841 per USD) untuk mengatasi pandemi Covid-19. Hingga saat ini dia telah menyumbangkan lebih dari USD87 juta atau sekira Rp1,3 triliun.

CEO Twitter Jack Dorsey membangun badan amal baru yang disebut Start Small LLC, yang pada awalnya hanya fokus membantu menangani dampak pandemi virus corona. Dorsey memperkirakan, dana bantuannya sekitar 28 persen dari total kekayaannya.

Dorsey selama ini telah memberikan bantuannya kepada organisasi-organisasi yang menangani kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) karena pandemi virus corona, mengatasi HIV / AIDS, membantu pengungsi, advokasi bagi para tahanan, dan banyak lainnya.

Jack Dorsey

Namun dalam cuitannya di Twitter, Dorsey mengatakan, ada beberapa inisiatif bantuannya yang belum diumumkannya.

Seperti dilansir dari Business Insider, Senin (18/5/2020), Dorsey sejauh ini telah menyumbangkan lebih dari USD1,3 juta atau sekira Rp19,3 miliar kepada dua organisasi yang melakukan screening untuk HIV serta mengatasi dampak pandemi virus corona terhadap penderita HIV.

Bantuan dana Dorsey akan disalurkan ke Elton John AIDS Foundation (EJAF) untuk mendukung mitra garis depan EJAF dalam menghadapi pandemi virus corona dan dampaknya, guna pencegahan HIV dan memberikan bantuan kepada masyarakat yang paling terpinggirkan.

Para pakar khawatir upaya untuk membatasi penyebaran dan mengobati penyakit HIV berkurang banyak akibat pandemi virus corona.

Seorang rekan peneliti di Universitas Johns Hopkins, Tolbert Nyenswah mengatakan, di negara-negara di mana pasien bergantung pada klinik untuk pengobatan, kurangnya alat pelindung diri (APD), berarti seluruh fasilitas dapat ditutup jika satu pekerja rumah sakit menderita Covid-19.

Sebab sakitnya satu orang, membuat semua orang berisiko terkena Covid-19. "Ini akan memiliki konsekuensi jangka panjang untuk beberapa dekade mendatang," kata Nyenswah.

KDRT juga meningkat karena lebih banyak orang terpaksa berada di rumah akibat lockdown. Business Insider sebelumnya melaporkan bahwa panggilan ke hotline melaporkan KDRT di kota-kota besar meningkat selama lockdown.

Dorsey mendanai banyak inisiatif untuk mengatasi masalah KDRT ini dengan total bantuan dana lebih dari USD2,2 juta atau sekira Rp32,6 miliar.

Dia juga berinvestasi dalam organisasi yang menyediakan makanan bagi orang-orang yang membutuhkan, memberikan dukungan bagi para tunawisma, dan menyumbangkan dana untuk kesehatan mental, serta memberikan bantuan dana sekolah di antaranya untuk pembelian laptop dan penyediaan akses internet.

Dalam Twitternya, Dorsey mengatakan, dia siap memberikan akses ke laptop dan internet bagi anak-anak di Oakland, California guna menutup kesenjangan digital.

The Chronicle menyebutkan bahwa 50.000 siswa tidak terhubung dengan teknologi saat belajar di rumah. Oleh karena itu Dorsey siap membantu mereka.

Dorsey menjelaskan, setelah masalah Covid-19 ditangani, kegiatan amalnya akan fokus pada pendanaan kesehatan dan pendidikan anak perempuan, juga universal basic income (UBI).

"Saya fokus pada pendanaan kesehatan dan pendidikan anak perempuan, juga UBI karena saya yakin mereka mewakili solusi jangka panjang terbaik untuk mengatasi masalah yang dihadapi dunia,” kata Dorsey dalam Twitternya.

“UBI adalah ide bagus yang membutuhkan eksperimen. Kesehatan dan pendidikan anak perempuan juga sangat penting untuk diperhatikan," tambah Dorsey.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini