Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mal Akan Dibuka Kembali, Pakar Sebut Jaga Jarak 1,5 Meter Sudah Tak Relevan

Mal Akan Dibuka Kembali, Pakar Sebut Jaga Jarak 1,5 Meter Sudah Tak Relevan
Ritel (reuters)
A
A
A

JAKARTA - Australia telah membuka kembali pusat-pusat perbelanjaan hingga restoran dan kafe. Namun, implementasinya masih perlu banyak yang diperbaiki, terutama social distancing.

Pakar epidemiologi Profesor Mary-Louise McLaws mengatakan sangat sulit untuk mempraktekkan jarak sosial di pusat-pusat perbelanjaan yang sibuk.

 Baca juga: Mal di Indonesia Buka 5 Juni, Intip Pelaksanaan di Australia

Artinya, virus akan lebih mudah menyebar di sini. "Kita belum lama mempraktekkan jarak sosial yang aman, sehingga belum menjadi norma sosial," kata pakar dari University of New South Wales ini mengutip ABC.net, Jakarta, Rabu (27/6/2020).

Menurut dia, aturan menjaga jarak 1,5 meter dari orang lain itu didasarkan pada pendapat lama. Sehingga jarak 2 hingga 3 meter sebenarnya lebih aman.

 Baca juga: Jika Mal Tidak Dibuka, Bisnis Ritel Akan Kolaps

Prof McLaws menjelaskan, penelitian terbaru menunjukkan bila ada angin - yang dapat dihasilkan ketika seseorang berbicara lebih keras, tertawa atau berlari - maka partikel virus dapat menyebar hingga 4 meter.

(Fakhri Rezy)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement