Industri Penerbangan Dihantam Corona, Boeing PHK 6.770 Karyawan

Rani Hardjanti, Jurnalis · Kamis 28 Mei 2020 10:49 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 28 320 2220782 industri-penerbangan-dihantam-corona-boeing-phk-6-770-karyawan-x13Y8Hd4fe.jpg Boeing PHK Hampir 7.000 Karyawan (Foto: BBC)

JAKARTA - Boeing melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) kepada 6.770 karyawannya. Langkah ini merupakan bagian dari skenario untuk memangkas 16.000 secara total jumlah karyawannya.

Baca Juga: Pesawat 737 Max Masih Dilarang Terbang, Bos Boeing Salahkan Pendahulunya

Latar belankang PHK dilakukan oleh perusahaan multinasional produsen pesawat terbang hingga satelit ini karena lesunya bisnis di sektor industri penerbangan akibat wabah corona yang mengglobal.

"Kami sampai pada saat yang disayangkan, karena harus memulai PHK," kata CEO Boeing Dave Calhoun dalam sebuah pesan kepada para karyawan, seperti dikutip dari CNN Business, Kamis (28/5/2020). "Saya berharap ada cara lain," imbuhnya.

Baca Juga: Boeing Mulai Kembali Beroperasi di Tengah Tekanan

Kendati sudah dinyatakan akan dilakukan PHK, namun sebagian besar karyawan akan tetap mendapatkan gaji sampai akhir Juli.

Sebelum pengumuman PHK yang dilakukan Rabu (27/5/2020) waktu setempat, Boeing telah melakukan PHK terhadap 5.520 karyawannya.

Baca Juga: Pesawat 737 Max Masih Dilarang Terbang, Bos Boeing Salahkan Pendahulunya

Dengan demikian, gelombang kedua PHK ini menggenapkan jumlah karyawan yang dirumahkan sebanyak 12.000 orang. Selanjutnya, PHK akan terus dilakukan secara bertahap.

Calhoun mengatakan, perusahaan harus menyesuaikan rencana bisnis kami terus-menerus sampai pandemi global berhenti 'mengacaukan' industri penerbangan. "Perencanaan dilakukan dengan cara yang masih sulit diprediksi," imbuhnya.

Calhoun mengakui beberapa maskapai baru-baru ini melaporkan tanda-tanda peningkatan pemesanan perjalanan. Namun hal itu bukan fase pemulihan yang cepat.

"Industri Boeing akan kembali, tetapi akan butuh beberapa tahun untuk kembali seperti semula dua bulan yang lalu," katanya.

Tidak hanya Boeing, Airbus sang pesaingannya juga mengalami hal serupa. Banyak terjadi penundaan bahkan pembatalan pembelian pesawat karena sebagian besar pesawat di seluruh dunia nyaris tidak melakukan aktivitas. Airbus, menonaktivkan sebanyak 6.000 stafnya di Eropa pada bulan April 2020. Tetapi belum mengumumkan PHK permanen.

Sekadar diketahui, Maskapai penerbangan di seluruh dunia juga memangkas jumlah pekerjaannya atau membuat rencana untuk melakukannya. Tetapi maskapai AS dilarang melakukan pemutusan hubungan kerja secara sukarela hingga Oktober dengan syarat dana talangan pemerintah AS.

Para pelaku industri penerbangan juga mewaspadai imbas kepada karyawan mereka. Bahwa mereka akan memiliki skala operasional yang jauh lebih kecil di masa depan. Tetapi beberapa, seperti CEO United (UAL) Scott Kirby, telah menyatakan harapan bahwa itu tidak akan memerlukan PHK.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini