Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mana Lebih Penting, Pembukaan Mal atau Dorong UMKM?

Giri Hartomo , Jurnalis-Sabtu, 30 Mei 2020 |11:39 WIB
Mana Lebih Penting, Pembukaan Mal atau Dorong UMKM?
UMKM (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Wacana pembukaan pusat perbelanjaan seperti Mal dalam beberapa hari ini mendapatkan banyak respons dari masyarakat. Pro kontra tentang pembukaan Mal yang direncanakan pada 5 Juni masih terus terjadi hingga saat ini.

Dari sisi pengusaha, dorongan untuk membuka Mal ini terus berbunyi makin kencang. Bahkan para pengusaha sudah meminta stimulus berupa kelonggaran membuka kembali Mal dengan protokol kesehatan yang ketat mengingat bisnisnya dan pendapatannya yang mulai menurun.

Baca juga: Persiapan Pembukaan Restoran di Mal, Ternyata Sudah Diantisipasi Sejak Awal PSBB

Sementara itu, dari sisi pemerintah pun hingga saat ini masih belum memutuskan apakah Mal akan kembali dibuka atau tidak pada Juni. Meskipun beberapa waktu lalu, Presiden Joko Widodo sempat mengunjungi Mal Summarecon Bekasi untuk mengecek kesiapan dari protokol kesehatan jika new normal nantinya diterapkan.

Sementara itu, Menteri Perdagangan justru sudah memberikan kepastian jika pusat perbelanjaan seperti Mal akan beroperasi pada Juni mendatang. Saat ini Kementerian Perdagangan tengah menyiapkan Standar Operasional Prosedur (SOP)nya.

Baca juga: Suhu Tubuh di Atas 37,5 Derajat Celcius Dilarang Masuk Mal

Namun Pengamat Ekonomi Universitas Indonesia Berly Martawardaya memiliki pandangan tersendiri terhadap pembukaan pusat perbelanjaan ini. Menurut Berly, dirinya menolak jika pembukaan Mal dilakukan dengan alasan new normal maupun yang lainnya.

Menurut Berly, seharusnya pemerintah lebih fokus untuk membantu para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan masyarakat miskin. Sebab para pelaku UMKM menjadi salah satu sektor yang paling terdampak virus Corona.

"Pengusaha Mal kan enggak tiap hari di dalam Mal dan potensi tinggi terpapar Covid di keramaian. Nggak naik kendaraan umum ke dan dari Mal," ujarnya saat dihubungi Okezone, Sabtu (30/5/2020).

Menurut Berly, para pelaku UMKM juga perlu diberikan stimulus. Sebab UMKM menjadi salah satu sektor yang paling terkena dampak dari covid-19.

"Tentang stimulus prioritasnya adalah public health, UMKM dan rakyat miskin (social safety net). Uang stimulus APBN terbatas. Jadi harus dilakukan prioritas," jelasnya.

Lagi pula lanjut Berly, pemerintah harus melakukan kajian yang mendalam sebelum membuka kembali pusat perbelanjaan seperti Mal. Meskipun saat membuka Mal, nantinya harus tetap mengikuti protokol kesehatan ang ketat.

Menurut Berly, pemerintah harus menunggu terlebih dahulu sampai pandemi virus Corona ini menunjukkan kurva penyebaran yang menurun. Misalnya negara seperti Korea Selatan, Malaysia hingga Vietnam yang kembali membuka ekonominya karena kurva penyebaran yang sudah mulai mereda.

"Solusinya adalah ikuti ahli public health. Kalau pandemic sudah reda (seperti di Korea Selatan, Malaysia dan Vietnam) maka ekonomi bisa jalan lagi. Jangan ke balik," jelasnya.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement