Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dampak New Normal, Ekonomi Bergerak Tapi Lambat hingga Protokol yang Ketat

Wilda Fajriah , Jurnalis-Senin, 01 Juni 2020 |08:14 WIB
Dampak <i>New Normal</i>, Ekonomi Bergerak Tapi Lambat hingga Protokol yang Ketat
New Normal (Shutterstock)
A
A
A

2. New Normal Terburu-buru Dapat Membuat Ketimpangan Semakin Lebar

Dampak new normal di Indonesia yang terburu-buru akan membuat ketimpangan semakin lebar. Protokol kesehatan mudah diterapkan di sektor usaha yang sedang dan besa

"Sementara pelaku UMKM harus menghadapi kenaikan biaya untuk pembelian APD, hand sanitizer dsb. Tanpa bantuan pemerintah, new normal akan jadi beban UMKM," ungkap Bhima.

 Baca juga: New Normal di Kantor, Apa yang Harus Dipersiapkan Karyawan Paranoid?

3. Bisnis Akan Berubah

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira mengatakan, new normal paska pandemi virus corona membuat bisnis menjadi berbeda.

"Konsumen yang berbelanja secara fisik berkurang, berubah menjadi porsi digital yang lebih besar," kata Bhima.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement