Hadapi New Normal, Mal Jadi Dibuka 5 Juni?

Wilda Fajriah, Jurnalis · Senin 01 Juni 2020 10:05 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 06 01 320 2222671 hadapi-new-normal-mal-jadi-dibuka-5-juni-v7OH4BbSeU.jpg Mal Kembali Dibuka (Foto: Okezone/Heru)

JAKARTA - Pemerintah berencana untuk membuka kembali aktivitas sosial ekonomi dengan tatanan hidup baru atau new normal dengan protokol kesehatan yang ketat di tengah pandemi Covid-19. Salah satunya adalah akan membuka pusat perbelanjaan seperti mal yang direncanakan buka mulai 5 Juni 2020.

Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) mengungkapkan alasan kenapa mal atau pusat perbelanjaan harus dibuka kembali pada 5 Juni 2020.

Baca Juga: Alasan Mal Harus Dibuka, Ancaman PHK hingga Hidupkan Perekonomian

Ketua APPBI Dewan Pengurus Daerah (DPD) DKI Jakarta Ellen Hidayat mengatakan, dengan dibukanya mal pada 5 Juni 2020 akan menggerakan roda perekonomian di tengah pandemi virus corona atau Covid-19.

"Dengan dibukanya mal kembali maka akan dapat membantu menggerakkan roda perekonomian nasional dan meningkatkan ketahanan bangsa Indonesia," ujarnya.

Berdasarkan data Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), dari 80 pusat belanja yang tersebar di lima wilayah DKI Jakarta, saat ini ada kurang lebih 67 pusat belanja yang rencana dibuka pada 5 Juni 2020. Sementara 6 mal akan dibuka pada 8 Juni 2020.

Baca Juga: Saling Silang Pendapat Pembukaan Mal

Sementara itu, Kementerian Perdagangan (Kemendag), memastikan operasional pusat perbelanjaan atau mal akan kembali dibuka pada bulan Juni. Kemendag pun telah menyiapkan standar operasional (SOP) yang harus diterapkan di dalam mal.

"(Mal buka) tetap bulan Juni, ini pasti,” ujar Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto di kantornya, Jakarta, Jumat 29 Mei 2020.

 Presiden Jokowi Tinjau Kesiapan Sarana Publik Jelang New Normal

Namun, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan belum ada keputusan dalam penerapan kebijakan tatanan kehidupan baru (new normal). Termasuk soal izin pembukaan sektor yang selama ini dilarang dibuka selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

"Jadi tidak ada yang mengizinkan ritel terlebih dulu. Karena yang dibuka itu tergantung dari daerah masing-masing," ujarnya, dalam Special Report iNews, Jakarta, Jumat 29 Mei 2020.

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan buka-bukaan soal penerapan new normal dengan pembukaan mal atau pusat perbelanjaan secara bertahap pada 5 Juni dan 8 Juni 2020.

Menurut Anies, pihaknya belum memutuskan untuk kembali membuka mal ketika pembatasan sosial berskala besar (PSBB) tahap ketiga berakhir pada 4 Juni 2020.

Anies menegaskan, bila ada pihak yang mengklaim bahwa Pemprov DKI sudah mengizinkan operasional pusat perbelanjaan, itu hanya bualan belaka. Pasalnya, hingga kini belum ada aturan yang melonggarkan aktivitas mal kembali dibuka.

"Kalau saat ini ada yang mengatakan mal akan buka tanggal 5 Juni, mal buka tanggal 7, itu imajinasi. Itu fiksi karena belum ada aturan manapun yang mengatakan PSBB diakhiri," kata Anies, Selasa 26 Mei 2020

Anies mengaku belum memutuskan PSBB fase ketiga ini merupakan yang terakhir atau tidak. Sebab, pihaknya masih menunggu data penelitian dari pakar epidemiologi terkait perkembangan virus corona atau Covid-19 di wilayah Ibu Kota.

"Saya selalu mengatakan PSBB ini bisa menjadi PSBB penghabisan, tetapi bisa juga diperpanjang, tergantung pantauan atas aktivitas masyarakat saat ini," ujarnya.

Sementara itu, Pengamat Ekonomi Universitas Indonesia Berly Martawardaya mengatakan, pemerintah harus melakukan kajian yang mendalam sebelum membuka kembali pusat perbelanjaan seperti Mal. Meskipun saat membuka Mal, nantinya harus tetap mengikuti protokol kesehatan yang ketat.

"Ini (harus) ditanyakan ke ahli public health, apakah Jabodetabek sudah penuhi syarat dan aman buat buka Mal (dengan prosedur social distancing)," ujarnya saat dihubungi Okezone.

1
3
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini