JAKARTA - Seorang karyawan menggugat Amazon.com Inc karena dia merasa terkena Covid-19 saat bekerja di kantor. Karyawan tersebut menuding Amazon tak menyediakan kondisi kerja yang aman dari virus corona.
Karyawan Amazon yang bernama Barbara Chandler merasa terkena Covid-19 saat di kantor. Lalu dia menularkan ke sepupunya hingga sepupunya meninggal dunia.
Gugatan kepada Amazon diajukan pada hari Rabu di pengadilan federal di Brooklyn, New York oleh tiga karyawannya.

Chandler mengatakan, dia dites positif Covid-19 pada bulan Maret. Kemudian dia juga menyaksikan sepupunya meninggal pada 7 April.
Amazon juga dituding memaksa para karyawan untuk bekerja sangat cepat hingga membuat karyawan pusing. Tuntutan kerja cepat itu juga membuat para karyawan sukar melakukan jaga jarak sosial, mencuci tangan, dan membersihkan ruang kerja mereka.
Seperti dilansir dari Reuters, Kamis (4/6/2020), Amazon hingga saat ini tidak mengomentari gugatan itu. Namun Amazon menekankan, pihaknya selalu mengikuti aturan dari otoritas kesehatan dan para ahli keselamatan kerja sejak pandemi virus corona dimulai.
Baca juga: Persiapan New Normal Pariwisata, RI Masih Jadi Tujuan Turis Asing?
Perusahaan yang berbasis di Seattle itu telah mendapat keuntungan luar biasa karena pandemi corona memaksa banyak orang tidak dapat mengunjungi toko secara fisik. Maka Amazon kebanjiran konsumen yang memilih belanja online.
Baca juga: Mahalnya Biaya Perawatan Pasien Covid-19, Ini Rinciannya
CEO Amazon Jeff Bezos pekan lalu mengatakan bahwa Amazon tidak memecat orang karena kritik semacam itu.
(Dyah Ratna Meta Novia)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.