Pengusaha: Program Tapera Bagus tapi Tidak Pas

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 04 Juni 2020 10:16 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 04 470 2224305 pengusaha-program-tapera-bagus-tapi-tidak-pas-GIX1Xmhu5X.jpeg Foto Rumah: Ilustrasi Shutterstock

JAKARTA – Program Tapera dianggap tidak tepat jika diberlakukan sekarang. Sebab, kondisi keuangan perusahaan dan pekerja tengah goyah akibat pandemi corona.

Ketua Umum DPD Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) Prov.DKI Jakarta Sarman Simanjorang mengatakan, sebenarnya program Tapera ini baik namum waktunya saja yang tidak tepat.

Baca Juga: Peserta Tapera Bisa Ajukan KPR dengan Bunga Murah

“Sebenarnya program ini cukup bagus tapi dalam kondisi saat ini PP ini tidak pas mengingat kondisi ekonomi dan bisnis yang tidak pasti,” kata dia dalam keterangan tertulis, Kamis (4/6/2020).

Untuk diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menandatangani Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2020 mengenai penyelenggaraan Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera). Dengan demikian, pekerja mempunyai tabungan perumahan.

rumah

Tabungan perumahan ini akan memotong gaji pekerja hingga 3%. Mengutip PP tersebut, Jakarta, Rabu (3/6/2020), besaran simpanan peserta ditetapkan sebesar 3% dari gaji atau upah untuk peserta pekerja dan penghasilan untuk peserta pekerja mandiri.

Adapun besaran simpanan peserta sebagaimana dimaksud untuk peserta pekerja ditanggung bersama oleh pemberi kerja sebesar 0,5%. Sedangkan pekerja sebesar 2,5%.

Baca Juga: Ada Tapera, Bagaimana Nasib Tabungan PNS di Taperum?

Sedangkan, besaran simpanan peserta untuk pekerja mandiri ditanggung sendiri. Di mana totalnya 3% dari gaji atau upah.

Dalam pengelolaan Tapera, penetapan kebijakan operasional oleh BP Tapera. Di mana harus mengacu pada kebijakan umum dan strategis yang ditetapkan oleh Komite Tapera dan memperhatikan kebijakan di bidang perumahan dan kawasan permukiman.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini